Tag: sanksi rusia

  • Setelah Trump, Giliran Putin ke China, Berbincang dengan Xi

    Setelah Trump, Giliran Putin ke China, Berbincang dengan Xi

    Seiring berlanjutnya negosiasi antara AS dan Iran, China dan Rusia berupaya mempererat hubungan. Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Beijing untuk melakukan pembicaraan dengan pemimpin rezim China Xi Jinping pada hari Selasa.

    Kunjungan terjadi hanya beberapa hari setelah kunjungan Presiden Trump ke China. Rusia  diperkirakan akan mendesak perjanjian energi baru dengan Beijing, demi mencari pasar andal di tengah sanksi Barat.

    Moskow dan Beijing telah memperluas kerja sama di bidang perdagangan, pertahanan, dan energi sejak invasi Rusia ke Ukraina, menjadikan China sebagai jalur ekonomi vital bagi Rusia di tengah sanksi Barat.

    Sebelum kunjungan ini, Putin memuji apa yang ia sebut sebagai hubungan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara Rusia dan China, yaitu saling percaya, serta melakukan kerja sama yang saling menguntungkan dan adil.

    Salah satu isu terbesar yang diperkirakan akan diperbincangkan adalah proyek  pipa gas Power of Siberia 2 yang tertunda lama. Pipa gas sepanjang lebih dari 1.600 mil tersebut akan mengangkut gas alam Rusia ke China.

    Ini terjadi saat Moscow mengandalkan China untuk menggantikan pasar energi Eropa, yang sebagian besar mengurangi impor minyak dan gas Rusia setelah perang di Ukraina. Meskipun kedua belah pihak sepakat tahun lalu untuk melanjutkan proyek ini, perselisihan harga telah menghambat kemajuan.

    China sudah menjadi pembeli terbesar minyak Rusia, menggunakan mata uang China karena Rusia menghadapi sanksi AS atas ekspor minyaknya.

    Selain energi, perhatian juga terfokus pada aspek keamanan hubungan. Reuters melaporkan bahwa pasukan China melatih sekitar 200 personel militer Rusia di China pada akhir tahun lalu, dengan beberapa di antaranya kemudian kembali untuk bertempur di Ukraina.

    Laporan menunjukkan kerja sama militer yang lebih erat antara kedua negara meskipun China mengklaim netral dalam konflik tersebut.

  • Negosiasi Dagang AS-China di Madrid: Bahas TikTok, Tanah Jarang dan Fentanil

    Negosiasi Dagang AS-China di Madrid: Bahas TikTok, Tanah Jarang dan Fentanil

    Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Dagang Jamieson Greer bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di Madrid pada hari Senin. Para pejabat berkata poin negosiasi antara lain adalah mineral tanah jarang, fentanil, serta larangan TikTok.

    Presiden Trump berkata negosiasi perdagangan dengan China di Spanyol telah berjalan sangat baik dan akan segera berakhir. Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan masalah Tiktok juga hampir selesai.  

    [Scott Bessent, Menteri Keuangan AS]:

    “Rekan-rekan China kita telah datang dengan permintaan yang sangat agresif. Kita lihat saja apakah kita bisa mencapainya. Saat ini kita tidak rela mengorbankan keamanan nasional demi aplikasi media sosial.”

    Presiden Trump menetapkan batas waktu 17 September bagi Bytedance untuk menjual platformnya kepada perusahaan Amerika. Trump direncanakan akan berbicara dengan pemimpin China Xi Jinping pada hari Jumat untuk menyelesaikannya, namun Bessent berkata meskipun kesepakatan TikTok tidak tercapai, hal itu tidak akan berpengaruh pada hubungan kedua negara.

    Selain TikTok, ada isu-isu lain yang belum terselesaikan, antara lain dukungan Beijing terhadap perang Rusia di Ukraina. Pekan lalu, Presiden Trump menulis surat pada sekutu NATO tentang pengenaan tarif hukuman terhadap China, sekutu nomor satu Rusia dalam perang tersebut.

    Ia berkata, “Saya siap menerapkan sanksi besar pada Rusia jika semua negara NATO telah sepakat…. dan ketika semua negara NATO berhenti membeli minyak dari Rusia.”

    “Juga, NATO, sebagai sebuah kelompok, mengenakan tarif 50% hingga 100% terhadap China.”

    “China punya kendali yang kuat, dan bahkan cengkeraman atas Rusia, dan tarif yang kuat ini akan mematahkan cengkeraman itu.”

    Dia mendesak anggota NATO untuk bersekutu dengan AS untuk menghentikan perang.

    Menurut Wall Street Journal, Xi mendesak Trump untuk mengunjungi China bulan Oktober. AS dilaporkan menginginkan pertemuan itu diadakan di Korea Selatan selama KTT Apex yang berlangsung akhir Oktober hingga awal November.

    AS juga terus menekan China untuk berhenti mempersenjatai kendalinya atas tanah jarang, dimana Beijing mengendalikan sekitar 70% produksi tanah jarang global.