Wisata

Arsitektur Bangunan Terinspirasi oleh Sang Pencipta

@pixabay

Dalam kebanyakan budaya, struktur arsitektur yang paling indah cenderung yang religius, baik itu kuil, masjid, atau gereja. Tampaknya seolah-olah orang secara tidak sadar terdorong untuk mendedikasikan upaya artistik terbaik mereka kepada Sang Pencipta. Berikut adalah lima struktur keagamaan dunia paling menakjubkan.

Wat Rong Khun: Thailand

(Image: hs1oaf /Pixabay)

Dikenal sebagai “Kuil Putih,” struktur ini dirancang dan dibangun oleh seniman visual Thailand Chalermchai Kositpipat, yang sekaligus pemiliknya. Dibuka untuk pengunjung pada tahun 1997, Wat Rong Khun adalah kuil Budha yang memadukan arsitektur bangunan dengan prinsip-prinsip agama. Bangunan utama dicapai dengan melintasi jembatan di atas danau kecil, melambangkan siklus kelahiran kembali. Jembatan menggambarkan bahwa satu-satunya cara menuju kebahagiaan adalah dengan melepaskan keserakahan, keinginan, dan godaan. Banyak naga menghiasi kuil. Dari luar, seluruh struktur tampaknya memancarkan cahaya.

Hallgrimskirkja: Islandia

Hallgrimskirkja adalah gereja terbesar di Islandia. (Image : Falco/ Pixabay)

Gereja Lutheran ini terletak di Reykjavik, ibu kota Islandia. Dengan tinggi 244 kaki, ini adalah gereja terbesar di Islandia. Awalnya, bangunan Hallgrimskirkja tidak dirancang semegah ini, akan tetapi para pemimpin gereja meminta sebuah menara yang demikian megah hingga melebihi Gereja Landakot, gereja Katolik yang terkenal di Islandia. Hallgrimskirkja diambil dari nama seorang penyair terkenal Islandia Hallgrimur Petursson. Yang menarik perhatian orang adalah struktur organik gereja yang indah, yang membuatnya seolah-olah seluruh struktur entah bagaimana mengalir keluar dari bumi, ke arah langit. Sebuah lift di dalam gereja dapat membawa pengunjung ke puncak, di mana mereka dapat memandang keindahan pegunungan di sekitarnya.

Pura Taman Ayun: Bali

Pulau Bali adalah rumah bagi kuil paling menakjubkan di dunia. Antara lain, Pura Taman Ayun di Mengwi pantas disebutkan secara khusus. Pura Taman Ayun merupakan Pura lbu (Paibon) bagi kerajaan Mengwi. Pura ini dibangun oleh Raja Mengwi, I Gusti Agung Putu, pada tahun 1556 Saka (1634 M). Pada mulanya, I Gusti Agung Putu membangun sebuah pura di utara Desa Mengwi untuk tempat pemujaan leluhurnya.

Kompleks Pura Taman Ayun menempati lahan seluas 100 x 250 m2, tersusun atas pelataran luar dan tiga pelataran dalam, yang makin ke dalam makin tinggi letaknya. Pelataran luar yang disebut Jaba, terletak di sisi luar kolam. Dari pelataran luar terdapat sebuah jembatan melintasi kolam, menuju ke sebuah pintu gerbang berupa gapura bentar.. Dibangun pada tahun 1634, kuil ini telah mengalami beberapa kali perbaikan. Perbaikan secara besar-besaran dilaksanakan tahun 1937. Pura Taman Ayun adalah bagian dari situs warisan dunia yang diakui UNESCO.

Masjid Agung Djenne: Mali

Dikenal sebagai salah satu pencapaian terbesar arsitektur Sudano-Sahel, masjid ini terletak di dataran banjir Sungai Bani. Awalnya dibangun pada abad ke-13, masjid ini dibangun kembali pada tahun 1907. Tidak seperti struktur lain yang biasanya dibangun menggunakan batu bata dan ubin, yang membuat masjid Djenne menonjol adalah bahwa masjid ini sepenuhnya dibangun menggunakan tanah liat merah, cabang-cabang pohon dan bilah rumput. Namun, kekurangannya struktur akan terkikis setiap tahun akibat hujan. Karena itu, masyarakat setempat mengadakan festival tahunan di mana mereka mengambil bagian dalam perbaikan dan pemeliharaan masjid.

Gereja Kizhi Pogost: Rusia

Gereja Ortodoks Rusia yang berlokasi di Pulau Kizhi dinyatakan sebagai situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1990. (Image: Alexxx1979/ Wikimedia)

Gereja Ortodoks Rusia ini terletak di Pulau Kizhi di Danau Onega. Menampilkan dua gereja kayu besar, sang pogost dinyatakan sebagai situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1990. Dibangun pada abad ke-17, tidak ada satu pun paku yang digunakan dalam pembangunan pogost, suatu prestasi yang telah membingungkan banyak orang. Meski sudah berusia tiga abad, strukturnya tetap kuat, tidak terpengaruh oleh korosi. (visiontimes/bud/may)