Wisata

Australia: Pendakian ke Uluru Ditutup Selamanya

Uluru atau Ayers Rock, Australia (Image: Skeeze/Pixabay)
Uluru atau Ayers Rock, Australia (Image: Skeeze/Pixabay)

Pada 26 Oktober mendatang, pendakian ke Uluru, sebelumnya lebih dikenal dengan nama Ayers Rock, formasi batu pasir dan monolit terbesar di dunia, akan ditutup untuk selamanya.

Bagi penduduk asli setempat, orang Anangu, keputusan ini merupakan momen yang telah lama mereka nantikan, karena bukit itu dalam kepercayaan mereka adalah hal yang sakral dan tidak layak didaki. Dari sisi ekologi, penutupan jalur pendakian juga merupakan hal yang baik untuk melestarikan monolit raksasa tersebut. Jejak sepatu ribuan pendaki selain meninggalkan goresan, ditambah ketiadaan kamar kecil di atas bukit, dan tiadanya tanah untuk digali, bayangkan saja, bila si pendaki mendadak harus “ke belakang”, sungguh harus menunggu curah hujan berikutnya untuk membersihkan kotoran.

Namun beberapa minggu sebelum penutupan, justru terjadi lonjakan jumlah “climbers”, barangkali motto mereka adalah: “Sekarang, atau tidak pernah lagi…” Segala hal apapun memang kembali pada pilihan hati masing-masing.

Tentu saja, setelah tanggal 26 Oktober – para wisatawan masih dapat menikmati suasana saat matahari terbit maupun terbenam, meskipun tidak lagi dari atas bukit; dan perjalanan ke Uluru juga kembali menjadi perjalanan mengenal budaya dan tradisi warga asli setempat.

Biarlah bukit itu kembali menjadi sarang burung-burung, dan kita manusia menikmati keindahannya dari bawah saja, ditemani suara rumput yang bergoyang, bukankah itu juga indah? (ntdindonesia.com/karnadi)