Wisata

Kota Kawula Muda, Krakow

Krakow, Polandia (Image: Roman Polyanyk/Pixabay)

Disebut sebagai kota tercantik Polandia bahkan salah satu kota yang tercantik di Eropa, Krakow memanglah layak menyandangnya. Kota bersejarah itu kaya dengan bangunan tua dan bersejarah dengan beragam gaya arsitektur klasik, apakah gothic, renaissance ataupun baroque, misalnya Katedral Wawel, Basilika St. Mary, Kastil Wawel dan banyak lainnya, sehingga zona kota tua-nya dideklarasikan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Masih belum pernah dengar tentang kota ini? Banyak orang Indonesia barangkali masih ingat dengan Paus Yohanes Paulus II yang legendaris dan pada tahun 1989 pernah berkunjung ke Indonesia (antara lain ke Jakarta, Yogyakarta, dan Maumere). Paus yang dianggap berperan signifikan bagi runtuhnya komunisme di Eropa Timur, ternyata pernah menjadi uskup agung kota Krakow yang cantik ini!

Selain itu Kota Krakow sejak dulu memiliki reputasi sebagai kota pelajar, karena keberadaan beberapa universitas terkenal dan akademi di kota tersebut. Namun di era pemerintahan komunis (1945 – 1989), kebebasan kampus serta keberadaan Gereja Katolik banyak mengalami tekanan dan penindasan. Semasa pemerintahan komunis tersebut, di pinggiran kota Krakow juga dibangun pabrik baja terbesar Polandia yang mendorong perpindahan pekerja buruh ke daerah sekitar Krakow, sehingga merubah struktur kota dari kota pelajar menjadi kota industri.

Krakow (Image: Roman Polyanyk/Pixabay)

Sejak Polandia berubah menjadi negara demokratis dan bergabung ke Uni Eropa pada 2004, negara itu semakin banyak dilirik sebagai destinasi wisata, utamanya oleh turis asal Eropa sendiri, dengan turis Jerman sebagai kontingen terbesar. Dan kota Krakow menduduki ranking teratas tujuan wisata Polandia, karena selain kota tua-nya yang indah, wisatawan yang berkunjung ke Krakow juga dapat mengunjungi Tambang Garam Wieliczka, tambang dengan kedalaman hingga 327 meter, dan mulai digali pada abad ke-13 dan terus beroperasi hingga tahun 2007, menjadikannya sebagai tambang garam tertua di dunia, lengkap dengan gereja / kapel bawah tanahnya yang menarik.

Kapel di dalam Tambang Garam Wieliczka (Image: Jacek Abramowicz/Pixabay)

Sementara itu, sekitar 60 km dari kota Krakow, puluhan ribu wisatawan asing setiap tahunnya mengunjungi Museum Auschwitz-Birkenau, bekas kamp konsentrasi Nazi Jerman yang telah dijadikan tempat pembantaian lebih dari satu juta jiwa hanya dalam kurun beberapa tahun yang singkat selama Perang Dunia ke-II. Tentunya ini berbeda dengan obyek wisata umumnya yang menampilkan keindahan, karena museum tersebut justru dimaksud sebagai memorial, agar generasi mendatang tidak pernah melupakan kekejaman Holocaust dan rejim Nazi. (ntdindonesia.com/karnadi nurtantio)