Wisata

Kota Keju dan Kincir Angin, Alkmaar

Kota Alkmaar (Image: Alfred Derks/Pixabay)

Berkunjung ke negeri Belanda, rasanya belum lengkap bila belum melihat kincir angin atau mengunjungi pasar keju tradisional.

Pasar Keju Alkmaar (Image: Frank Magdelyns/Pixabay)

Di Indonesia, kita mengenal banyak jenis pasar seperti: pasar sayur, pasar kue basah, pasar bunga segar, tapi pastinya tidak ada pasar yang berspesialisasi pada keju. Bila ingin melihatnya, di Belanda Utara ada Kota Alkmaar dengan pasar keju tradisionalnya yang terkenal. Demikian banyak ragam keju, sungguh membuat kita wisatawan dari Asia terpesona. Aroma pasar tersebut dan beberapa jenis keju barangkali terasa agak intensif bagi mereka yang tidak terbiasa, tetapi bagi yang menyukainya, pasar keju tradisional ini sungguh spesial, bukan saja karena produk kejunya tetapi juga karena kostum tradisional yang dikenakan para penjual atau orang-orang yang mentransportasikannya.

Setidaknya kita mungkin pernah dengar keju jenis Gouda dan Edam (keduanya adalah nama tempat), tapi Belanda masih punya segudang resep keju tradisional lainnya seperti Frisian Clove, Boerenkaas dan lainnya. Dan bagi mereka yang hendak mengetahui lebih dalam tentang keju, silakan berkunjung ke Museum Keju Belanda, maka lengkaplah sudah.

Desa Schermerhorn (Image: Arvid Olson/Pixabay)

Dan praktisnya, saat ke Alkmaar, kita juga dapat sekaligus mengunjungi desa Schermerhorn yang terkenal dengan kincir-kincir anginnya, jaraknya hanya sekitar 10 km. Ini bagai peribahasa mengatakan: sekali mengayuh dua tiga pulau terlampaui.

Bicara tentang keju, negeri kincir angin itu setiap tahunnya ternyata mengekspor ratusan juta ton keju ke segala penjuru dunia! Jadi bagi orang Belanda, keju bukan sekadar urusan kuliner, melainkan berperan penting bagi perekonomian. (ntdindonesia.com/karnadi nurtantio)