Wisata

Melestarikan Kerajinan Tangan Tradisional dan Memberdayakan Pengrajin Lokal

Galeri Artisans Angkor, Siem Reap (Image: Karnadi/NTD Indonesia)

Setiap tahunnya jutaan turis mancanegara berkunjung ke kota kecil di Kamboja, Siem Reap, yang merupakan gerbang untuk mengunjungi kompleks Candi Angkor Wat yang terkenal dan telah dijadikan Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Memanfaatkan lokasinya yang strategis sebagai pusat pariwisata di Kamboja; juga bertitik tolak dari keinginan untuk melestarikan kerajinan tradisional Kamboja, dan kepedulian untuk memberdayakan serta meningkatkan kesejahteraan warga pedesaan setempat, Artisans Angkor didirikan di tahun 1992 sebagai sebuah unit usaha berbasis sosial.

Awalnya mereka mendirikan sekolah yang memberikan pelatihan gratis bagi anak-anak muda usia 18-25 tahun di daerah pedesaan di sekitar Siem Reap, pelatihan di bidang pertukangan, kemudian berkembang ke kerajinan tangan dan kesenian.

Bengkel kerja Artisans Angkor, Siem Reap (Image: Karnadi/NTD Indonesia)

Sekarang ini bengkel kerja dari Artisans Angkor telah dijadikan kunjungan wajib bagi program wisata ke Siem Reap, di mana para wisatawan dapat melihat proses pembuatan seni patung, ukiran, pahat dan lainnya. Di samping itu, di lokasi yang sama terdapat pula galeri penjualan produk, di mana para wisatawan dapat membeli produk-produk kerajinan, apakah itu kain sutera, ukiran, patung, keramik, perak dan produk kerajinan tangan lainnya yang seluruhnya bercirikan dan bermotif tradisional.

Galeri penjualan produk yang ditata dengan apik (Image: Karnadi/NTD Indonesia)

Terbayang, barangkali inisiatif serupa juga dapat didorong oleh berbagai pemerintah daerah di Indonesia, sambil memberdayakan warganya sekaligus melestarikan kebudayaan tradisional setempat, agar tidak sirna ditelan perkembangan budaya modern.

(ntdindonesia.com/karnadi nurtantio)