Wisata

“Silence Party” (Pesta Sunyi) – Cara Unik Melepas Stres

Antrian di tepi Sungai Hudson (Image: Caroline MM/NTD Indonesia)

Setiap orang mencari dan mendambakan hal-hal yang ‘sehat’, hidup sehat, pikiran sehat, sehat jiwa raga, makan-minum sehat. Berbagai macam cara dilakukan agar menjadi sehat. Namun seberapa besar hasil yang didapatkan dari upaya mencari ‘sehat’ tersebut? Ini tentu saja relatif, karena setiap orang mempunyai definisi berbeda tentang makna ‘sehat’.

Di sini saya tidak akan membahas definisi sehat itu apa. Hanya ingin menceritakan sesuatu yang unik yang saya temukan tanpa sengaja. Dan kala itu, kata ‘sehat’ itulah yang muncul dalam benak.

Sore itu kami hanya ingin jalan-jalan menikmati matahari terbenam di tepi Sungai Hudson, New York, karena ramalan cuaca mengindikasikan cuaca sore itu bagus dan tidak turun hujan. Kebetulan Sungai Hudson hanya terpaut beberapa blok dari tempat saya menginap. Sepertinya kali ini tiga unsur saling mendukung, tiga unsur tersebut adalah langit-bumi-manusia, terefleksi pada cuaca baik dan waktu yang cocok sehingga ada teman jalan, dalam hidup sesungguhnya ada banyak momen demikian, atau anugerah yang selayaknya disyukuri.

Teman jalan mengusulkan, kita cari tempat duduk yang bagus di tepi sungai, menatap matahari terbenam. Maka kami terus berjalan menurun, menyusuri pagar di tepian air, hingga akhirnya kami menemukan kerumunan orang banyak yang nampaknya sedang berbaris.

Saya pikir itu antrian tiket masuk, teman jalan juga heran, fasilitas umum untuk rekreasi warga apakah harus bayar. Kami pun putuskan duduk memisah dari antrian tersebut, dengan ponsel mulai syuting pergerakan matahari terbenam sambil menunggu lampu malam di taman dinyalakan, baru kami akan pulang.

Tapi perkiraan kami meleset. Setelah matahari lenyap di ufuk barat, sekitar jam delapan malam langit kota New York di bulan Mei lalu belumlah gelap. Terdorong rasa ingin tahu, kami menghampiri orang-orang yang terlihat sedang menari-nari. Di kuping mereka mengenakan head set transparan memantulkan cahaya kerlap-kerlip. Di tiang lampu ada spanduk bertuliskan ‘Silence Party’… seketika semuanya terangkai, mengertilah kami apa yang sedang terjadi, apa yang diantri ratusan orang hingga 200-300 meter panjangnya…

Ternyata, sebuah pesta sedang berlangsung di sini, pesta unik… pengunjungnya boleh siapa saja, asalkan anda menyewa head set khusus, anda bisa berdansa ria, ada yang menari sendiri, berdua, berkelompok, bahkan manula di kursi roda turut tersenyum senang, lagu berputar tanpa henti, tentu saja hanya bagi yang memakai head set, ada suara tawa sendirian, berduaan, atau tawa kelompok, tapi suara-suara tersebut hilang tertelan di luasnya lapangan di tepian Sungai Hudson, ketenangan warga sekitar sama sekali tidak terganggu.

“Silence Party” di tepi Sungai Hudson (Image: Caroline MM/NTD Indonesia)

Semua senang, bisa mengekspresikan perasaan hati dengan bebas, melepaskan kepenatan pikiran yang memberatkan, melepas beban hati yang mungkin ditanggung seharian atau sendirian, bisa tersalurkan secara positif saat itu.

Memperoleh kebahagian kecil yang sehat, merupakan sebuah karunia. Tidak muluk-muluk, sangat sederhana. Mensyukuri yang sudah kita dapatkan… falsafah yang hampir hilang tergerus bisingnya roda zaman. Kita sering kali hanya menuntut, mengeluh, kurang puas, yang ujung-ujungnya lelah sendiri dalam ‘mencari jawaban’.

Panitia yang menyewakan head set terlihat gembira, penyewa head set gembira, penjual makanan-minuman gembira, termasuk penjaga keamanan. Tidak terlihat sampah bertumpuk mengotori lingkungan, suasana yang demikian positif membuat langkah kami pun terasa ringan, gembira melihat lingkungan yang bersih, gembira merasakan kebahagiaan kecil dan sederhana ini, kami akan menyimpan dan menjaganya di dalam hati yang bersih. (ntdindonesia/caroline mm)