Budi Pekerti

Diri Sendiri Tidak Kalah Penting dari Orang Lain

Ada seorang pria yang biasa menggunakan motor untuk berangkat kerja. Suatu hari motornya rusak, jadi hari itu ia pergi kerja dengan menggunakan bus umum.

Di terminal ia melihat ada seorang gelandangan.

Hatinya merasa iba, jadi ia memberinya sedikit uang. Gelandangan itu berterima kasih.

“Terima kasih tuan, terima kasih atas kebaikan Anda.”

Keesokan harinya saat berangkat kerja, ia kembali melihat gelandangan yang sama.

Kali ini ia membeli beberapa makanan ringan, dan memberikan makanan tersebut kepadanya, gelandangan itupun kembali berterima kasih.

“Terima kasih atas kebaikan Anda, tuan.”

Di hari berikutnya, ia kembali memberikan sedikit uang kepada si gelandangan.

Kali ini gelandangan tersebut berkata:

“Terima kasih tuan atas kebaikan Anda, semoga tuan juga akan mendapatkan kebaikan.”

Tiba-tiba saja si pria merasa penasaran, bagaimana bisa sampai orang ini menjadi gelandangan, jadi dia bertanya kepadanya:

“Hai Pak, saya hanya ingin bertanya, bagaimana bisa Anda sampai menjadi gelandangan?”

Gelandangan itu menatap wajah si pria sambil tersenyum sedih, lalu berkata:  “Dengan terus memberikan cinta.”

Pria itu  semakin penasaran

“Mmm, apa maksudnya dengan terus memberikan rasa cinta?”

“Sepanjang hidup, saya selalu memastikan agar semua orang bahagia, tidak peduli apakah itu benar atau salah, tidak peduli bagaimana keadaan saya sendiri, saya selalu berusaha membuat semua orang menjadi bahagia. Namun aneh semakin membuat semua orang bahagia, semakin saya merasa tertekan dan mereka menjauhi saya.”

“Jadi, Anda menyesal menjadi orang baik?”

“Dulu iya, sekarang sudah tidak lagi, saya sudah berdamai dengan diri sendiri. Saya  sering memberikan sepiring makanan saya untuk orang lain, namun ketika saya sendiri membutuhkan makanan, tidak ada seorangpun dari mereka yang mau memberikan, bahkan sepotong kecil kue.”

Gelandangan itu kemudian melanjutkan kata-katanya: “Hai pemuda, adalah lebih baik untuk membangun rumahmu sendiri, lalu kemudian mengundang orang lain untuk ikut berlindung dan makan di dalamnya.

Daripada memberikan batu-batu bata yang kamu miliki saat membangun rumahmu sendiri, untuk membangun rumah orang lain.

Karena suatu saat, ketika kamu menengok ke belakang, kamu akan menemukan rumahmu yang seharusnya sudah dibangun, menjadi gagal karena kekurangan batu bata.

Lalu saat itu, kamulah yang akan menjadi orang yang meminta-minta batu bata.”

Membantu dan menolong orang lain bukanlah hal yang buruk, namun ada kalanya, kita harus ingat, bahwa diri kita, juga tidak kalah pentingnya dari orang lain.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Dengarkan Podcast kami:

Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu