Budi Pekerti

Kebaikan Seorang Guru: Pemicu Terjadinya Keajaiban

Dahulu kala, ada seorang guru taman kanak-kanak yang tinggal di sebuah kota kecil di Tiongkok yang berbatasan dengan Provinsi Jiangxi. Putrinya yang berusia 5 tahun didiagnosis menderita leukemia. Keluarga tersebut menjual semua harta benda yang mereka miliki untuk membiayai pengobatannya, namun kondisi sang anak terus memburuk. Para dokter mengatakan bahwa jika ia tidak segera menjalani transplantasi sumsum tulang, ia tidak akan selamat.

Sumsum tulang ibu dan anak perempuannya tidak cocok

Bertekad untuk menyelamatkan nyawa putrinya, guru taman kanak-kanak itu menanyakan kepada pihak rumah sakit apakah ia boleh mendonorkan sumsum tulangnya sendiri kepada putrinya. Rumah sakit tersebut memungut biaya sebesar 800 yuan untuk tes kecocokan, sedangkan pusat donor sumsum tulang menawarkan tes tersebut secara gratis. Maka ia pun pergi ke pusat donor untuk menjalani tes, dengan pertimbangan bahwa jika hasilnya cocok, ia bisa melanjutkan ke tahap operasi, dan jika tidak, setidaknya ia bisa menghemat 800 yuan.

Sayangnya, sumsum tulang guru taman kanak-kanak itu tidak cocok untuk putrinya, tetapi cocok untuk seorang anak laki-laki berusia 7 tahun di kota itu yang menderita leukemia. Pusat donor mendesaknya untuk mendonorkan sumsum tulangnya kepada orang asing tersebut. Keluarga guru taman kanak-kanak itu menolak, karena operasi tersebut memiliki risiko yang cukup besar. Jika terjadi sesuatu padanya, siapa yang akan merawat putrinya? Dan seluruh keluarganya?

Ketika orang tua bocah laki-laki berusia 7 tahun itu mendengar kabar tersebut, mereka membawa anaknya ke rumah sang guru dan berlutut di hadapannya, memohon bantuannya. Begitu melihat wajah pucat bocah itu, sang guru pun menangis terisak-isak dan langsung menyetujuinya tanpa ragu. Karena sel punca manusia harus mencapai jumlah tertentu sebelum transplantasi dapat dilakukan, para dokter harus memberikan obat kepada sang guru sebelum prosedur untuk mempercepat pertumbuhan sel punca.

Namun, obat-obatan tersebut memiliki efek samping yang parah, termasuk demam, sehingga tidak bisa diberikan terlalu sering dan memerlukan penggunaan dalam jangka waktu lama. Karena khawatir dengan kondisi putrinya yang dirawat di rumah sakit dan kondisi anak laki-laki itu yang semakin memburuk, sang guru mendesak para dokter untuk memperpendek jadwal pengobatan. Akibatnya, ia menyelesaikan persiapan untuk prosedur tersebut, dan rumah sakit berhasil melakukan transplantasi sumsum tulang pada anak laki-laki itu.

Untuk mengucapkan terima kasih kepada sang donatur, orang tua bocah itu menawarkan 50.000 yuan kepadanya. Namun, sang guru, yang saat itu sangat kekurangan uang, menolak menerimanya dengan alasan apa pun. Ia menjelaskan bahwa bocah itu masih harus menjalani proses pemulihan pascaoperasi yang panjang, dan uang tersebut sebaiknya digunakan untuk biaya perawatannya.

Penuh rasa syukur, orang tua tersebut mendatangi media lokal dan mendesak mereka untuk mengapresiasi tindakan penyelamatan nyawa yang dilakukan oleh guru taman kanak-kanak yang tidak dikenal ini. Ketika berita tersebut dipublikasikan, banyak orang terharu dan berkomentar: “Sungguh luar biasa masih ada orang baik seperti ini di zaman sekarang — rasanya seperti mendengar dongeng!”

Tindakan kebaikan kedua sang guru

Setelah laporan berita itu diterbitkan, hal itu menimbulkan kehebohan besar di kota kecil ini. Beberapa warga yang baik hati secara sukarela menyumbangkan uang untuk biaya pengobatan kepada ibu muda yang penuh kasih sayang ini, dan seorang karyawan muda di kota itu bahkan membawa 300 yuan yang telah ia kumpulkan dengan susah payah untuk mengapresiasi kebaikan hati sang guru.

Tanpa diduga, beberapa hari kemudian, karyawan muda itu datang ke rumahnya. Bukan hanya meminta uang 300 yuan itu kembali, tetapi ia juga meminjam 2.000 yuan. Ia menjelaskan bahwa ayahnya, yang tinggal di desa, tiba-tiba didiagnosis menderita kanker lambung dan saat ini dirawat di rumah sakit. Mereka kekurangan lebih dari 2.000 yuan untuk biaya operasi, dan jika mereka tidak bisa membayar jumlah penuh, operasi tidak akan dilakukan.

Keluarga guru taman kanak-kanak itu sangat marah dan bersikeras bahwa dia telah menjadi korban penipuan. Mereka menuduh bahwa pemuda itu jelas-jelas telah menjebaknya, dengan menggunakan uang 300 yuan sebagai umpan untuk menipu lebih banyak uang. Mereka memberikan saran agar segera mengembalikan uang 300 yuan itu kepada pekerja migran tersebut dan tidak pernah berhubungan lagi dengan penipu itu.

Guru taman kanak-kanak yang baik hati itu merasa dalam hatinya bahwa pemuda ini tidak tampak seperti orang yang suka menipu, jadi dia diam-diam menghubungi rumah sakit yang disebutkan pemuda itu untuk menyelidikinya. Ia menemukan bahwa pemuda itu tidak berbohong — ayahnya memang dirawat di rumah sakit, baru saja didiagnosis menderita kanker, dan memang kekurangan lebih dari 2.000 yuan untuk biaya operasi. Ia bergegas pulang untuk mengambil uang tersebut dan memberikannya kepada pemuda itu, memastikan ayahnya dapat menjalani operasi tepat waktu.

Kondisi sang putri

Hari demi hari berlalu, dan meskipun telah meminta bantuan ke rumah sakit, keluarga, dan teman-teman, tak ada donor sumsum tulang yang cocok untuk putrinya. Ketika uangnya habis, dan para dokter menggelengkan kepala dengan putus asa, guru taman kanak-kanak itu tak punya pilihan selain membawa putrinya pulang, di mana ia memeluknya erat-erat dan menangis setiap hari.

Tepat ketika ia sudah benar-benar putus asa, sebuah keajaiban terjadi: Tanpa perawatan medis apa pun, putri kesayangannya mulai membaik dari hari ke hari dan akhirnya sembuh total! Guru taman kanak-kanak itu kembali menjadi sorotan berita lokal, dan para ahli hematologi berbondong-bondong mendatangi dirinya, berharap dapat mengungkap alasan di balik remisi spontan putrinya dari leukemia.

Mereka menjelaskan bahwa jenis leukemia yang diderita putri kecilnya hanya memiliki tingkat kelangsungan hidup sebesar 50%, bahkan dengan transplantasi sumsum tulang. Menghadapi kenyataan tersebut, para ahli medis terpaksa mengakui bahwa ini adalah sebuah keajaiban dari hasil perbuatan baik manusia, meskipun ilmu pengetahuan modern belum dapat menjelaskannya.