Budi Pekerti

PODCAST Janji yang Terkenang Sepanjang Masa

Sita adalah seorang gadis kecil yang baru saja lulus dari sekolah taman kanak-kanak.

PODCAST

Hari ini adalah hari perayaan kelulusan, jadi akan diadakan sebuah pertunjukan seni di sekolah.
Sita mendapat peran, dia akan menjadi seorang peri kecil dalam sebuah drama seni.

Pagi hari, di hari pertunjukan, Sita berkata kepada Ayahnya:
“Ayah, saat pertunjukan nanti, Ayah hadir ya, untuk melihat aku berperan sebagai peri!”

Ayahnya menjawab:
“Ya Sita, Ayah pasti hadir, Ayah akan melihat penampilan kamu.”

Kemudian setelah bersiap, mereka sekeluarga pergi ke sekolah.
Ternyata drama dimana Sita berperan akan ditampilkan di bagian akhir acara.
Jadi Ayah dan Ibu Sita duduk bersama para wali kelas, sambil menyaksikan pertunjukan satu persatu.

Tiba-tiba, telepon sang Ayah berbunyi, ternyata itu adalah bosnya, bos berkata di telepon: “Kamu harus segera datang ke kantor, ada rapat mendadak, kita akan mulai rapat jam 1 siang ini!”

Lalu telepon ditutup.

Sang Ayah kebingungan, karena Sita akan tampil di akhir acara.
Jika dia pergi sekarang, dia akan mengingkari janji kepada putrinya, jika dia menunggu hingga putrinya selesai tampil, dia akan terlambat menghadiri rapat.

Dia kebingungan, namun akhirnya dia memutuskan, segera pergi untuk menghadiri rapat.
Jadi dia berkata kepada istrinya, bahwa ada rapat mendadak, dan dia harus pergi sekarang juga.

Tepat ketika sang Ayah meninggalkan gedung pertunjukan, Sita tampil.
Di atas panggung, Sita melihat Ibunya duduk sendirian di barisan kursi penonton, dan dia tidak berhasil menemukan Ayahnya.

Setelah acara selesai, Sita bertanya kepada Ibunya:
“Ibu, Ayah dimana?”

Ibunya menjawab:
“Oh, Ayah ada keperluan mendadak yang sangat penting, jadi dia harus segera pergi.”

(Sita): “Tapi, Ayah kan sudah janji akan melihat aku tampil, kenapa Ayah ingkar janji?”

Sepuluh tahun yang akan datang, tidak akan ada yang ingat kalau sang Ayah terlambat menghadiri rapat, namun sepuluh tahun, dua puluh tahun, tiga puluh tahun, bahkan lebih lama lagi, ada seorang putri yang akan ingat, bahwa Ayahnya pernah ingkar janji padanya, di saat kelulusan sekolahnya dulu.

Hargailah momen yang ada disaat ini, karena waktu untuk merayakan momen itu, tidak akan terulang untuk kedua kalinya.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Dengarkan Podcast kami:

Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu