Kritik dapat memiliki pengaruh baik atau buruk pada seseorang tergantung pada siapa yang memberikannya dan bagaimana caranya. Kritik yang disampaikan dengan cara yang baik dapat membantu seseorang menjadi lebih baik dan mengatasi rintangan, sementara kritik yang merendahkan dapat menghancurkan kepercayaan diri mereka.
Memberi kritik
Pertama, fokuslah pada bagaimana meningkatkan orang tersebut. Kebanyakan orang melontarkan kritik dengan berfokus pada kesalahan orang tersebut. Meskipun menunjukkan kesalahan seseorang itu penting, tetapi bila Anda hanya menekankan aspek ini saja akan membuat kritik anda bernada negatif. Setelah kesalahan dijelaskan, anda dapat memberi mereka beberapa saran tentang bagaimana mereka dapat memperbaiki atau sepenuhnya menghindari kesalahan tersebut. Anda juga harus menunjukkan hal-hal baik yang telah mereka lakukan. Kombinasi yang menunjukkan hal-hal negatif serta menghargai hal-hal positif, dan menyarankan perbaikan adalah cara terbaik untuk memberikan kritik. Jika dilakukan dengan benar, pihak lain akan menghormati anda dan bahkan menantikan kritik selanjutnya di masa mendatang.
Saat anda berbicara dengan seseorang tentang kelemahan mereka dan kesalahan mereka, pastikan untuk tidak pernah melakukannya di depan orang lain, apalagi di depan banyak orang atau dalam sebuah meeting grup. Lakukan percakapan pribadi. Misalkan anda ingin menunjukkan kesalahan seorang staff atau seorang siswa, minta mereka tetap tinggal setelah yang lain bubar (leave gmeet) pada pertemuan online. Menunjukkan masalah saat orang lain mendengarkan hanya akan mempermalukan orang itu dan bahkan mungkin menimbulkan perasaan benci dan antipati. Sampaikan dengan nada netral seolah-olah anda hanya mengatakan fakta. Pastikan nada bicara anda tidak terdengar merendahkan atau berkhotbah.
Jangan memberikan petunjuk secara membabi buta tetapi tergantung pada kesalahan orang tersebut. Mungkin, kesalahannya adalah bagian wajar dari perilakunya yang tidak bisa diubah. Meminta orang tersebut untuk mengubah perilaku kaku atau seperti itu mungkin hanya akan memperburuk keadaan. Fokus pada kepraktisan saran anda dan pikirkan dengan serius apakah saran anda dapat diterapkan oleh pihak lain.
Menerima Kritik
Saat menerima kritik, anda harus ingat untuk tetap berpikir terbuka. Anda mungkin menganggap diri anda sempurna dan ‘lebih baik’ daripada orang lain. Namun, setiap orang memiliki kesalahannya masing-masing. Menyadari apa kesalahan itu akan memungkinkan anda untuk memperbaikinya dan meningkatkan diri anda. Jadi, mengapa harus menghindar dari seseorang yang menunjukkan kesalahan anda? Terima semua kritik yang jujur dan renungkan hal tersebut. Anda akan menemukan bahwa beberapa dari kritik tersebut mungkin benar-benar baik untuk anda.
Jika seseorang mengkritik anda, jangan langsung bereaksi dan menyela untuk membantahnya. Tenang dan dengarkan apa yang mereka katakan. Dan kemudian, jika anda memang tidak melakukan kesalahan atau anda punya alasan kuat mengapa anda melakukan hal yang dikritiknya, katakan dengan baik-baik namun juga jangan beketerikatan. Terima apa yang menurut anda baik untuk anda dan abaikan saran yang menurut anda tidak praktis atau bahkan berbahaya bagi anda. Namun, jujurlah pada diri sendiri. Hanya karena kritik tersebut terdengar tidak nyaman, anda tidak boleh menutup mata terhadapnya. Meskipun secara emosional sulit bagi anda untuk menghadapi kritik yang begitu keras, anda harus berusaha untuk membuat perubahan yang diperlukan.
Terkadang, anda tidak benar-benar mengerti apa yang dimaksud oleh orang yang memberi kritik. Beberapa penilaian mereka bisa jadi terlalu rumit karena mungkin berbicara tentang kecenderungan bawah sadar yang bahkan mungkin tidak anda sadari. Pastikan anda dapat memilah. Jangan berasumsi apapun karena hal ini dapat menyebabkan penilaian yang salah terhadap diri anda sendiri, yang dapat menyebabkan masalah yang lebih besar.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
