Budi Pekerti

Belajar Menjadi Anak Kunci

Sebuah gembok besar yang kokoh tergantung diatas pintu, dicoba dibuka dengan sebatang tongkat besi, menggunakan tenaga seorang laki-laki kuat berperawakan raksasa, masih belum bisa membuat gembok itu terbuka. Datanglah sebuah anak kunci, berperawakan kurus dan kecil menyusup masuk ke lubang kunci, hanya diputar dengan perlahan-lahan, terdengar sebuah suara “klik” gembok besar itu terbuka.

Dengan heran batang besi itu bertanya, “Saya telah menghabiskan tenaga yang begitu besar mengapa masih tidak bisa membuat gembok itu terbuka, sedangkan Anda (anak kunci) dengan mudahnya sudah bisa membuat gembok itu terbuka?”

Anak kunci berkata, “Karena saya yang paling paham isi hatinya.”

Hati dari setiap insani, persis seperti pintu yang ditutup dengan gembok, batang besi yang seberapa besar pun tidak bisa membuat gembok itu terbuka. Hanya dengan sebuah perhatian, baru bisa membuat diri sendiri berubah menjadi sebuah anak kunci yang halus, masuk kedalam sanubari orang lain.

Perhatian itu apa? Sangat sulit dijelaskan. Dia tanpa bekas, tetapi dia berada dimana-mana. Dia mungkin adalah seikat bunga mawar di Hari Valentine, mungkin adalah setangkai bunga tulip pada Hari Ibu. Mungkin juga adalah sebuah apel yang di pinggir ranjang orang sakit, mungkin juga sepucuk surat yang datang dari tempat jauh. Ataupun sepasang mata yang sedang mendengarkan curahan isi hati Anda ketika sedang kesepian, mungkin adalah kiriman salam ketika Anda sedang di perantauan… hati manusia itu sangat mudah menjadi puas.

Lebih banyak lagi, perhatian itu hanyalah sejenis perasaan, adalah ungkapan perasaan hati secara tidak sengaja diantara manusia, adalah sejenis perjanjian batin yang tidak bisa diduga.

Ketika Anda mendapatkan perhatian dari orang lain, mungkin Anda terharu hingga mengucurkan air mata, lalu Anda bisa timbul perasaan yang juga akan memperhatikan orang lain. Di beri perhatian orang lain, adalah suatu kebahagiaan. Memberikan perhatian kepada orang lain, juga sama saja bisa membuat Anda merasa bahagia. 

Belajarlah memberikan perhatian kepada orang-orang disekitar Anda yang telah Anda kenal dengan baik ataupun tidak, jika Anda bisa melakukan hal ini, maka yang Anda dapatkan bukan hanya sekedar perhatian dari orang lain saja, lebih dari itu Anda akan mendapatkan kasih yang tidak kunjung habis.

Belajarlah menjadi sebuah anak kunci, berusaha memahami orang lain, memberikan perhatian kepada orang lain, maka tidak perduli Anda berada dimana, Anda akan menjumpai begitu banyak sorot mata yang Anda kenal, serta pemandangan yang menawan.

Ketika orang lain tidak bisa menerima diri kita, coba berpikirlah apakah diri kita seperti sebatang tongkat besi, cobalah mengubah diri sendiri, belajarlah menjadi sebuah anak kunci, hanya butuh diputar dengan perlahan sudah bisa membuka gembok hati orang lain.

Selesai melihat kisah di atas, saya yakin Anda sudah mengerti bagaimana membuka gembok hati manusia. (The Epoch Times/Chenchen/lin)