Budi Pekerti

Kisah Gadis Penjual Bakmi

Kisah yang dilaporkan oleh media Taiwan ini tidak ada penjelasan waktu dan tempat, namun  sangat menyentuh, menceritakan tentang seorang gadis yatim, tinggal bersama ibu dan adik laki-lakinya. Setelah adik laki-lakinya diterima di universitas, sang ibu menderita stroke, kehilangan kemampuan bekerja, dan membutuhkan seseorang untuk merawatnya. Adik laki-laki yang melanjutkan kuliah juga membutuhkan biaya kuliah dan biaya hidup.

 Jadi ia mengeluarkan tabungannya untuk menyewa stand dan peralatan berdagang, lalu mulai menjual bakmie di jalanan. Karena sikap pelayanannya yang baik, bakmie yang disajikan juga lezat dan porsinya lumayan banyak, bisnisnya perlahan semakin ramai pengunjung. Tetapi, menanggung biaya kehidupan keluarga telah membuat wanita ini kelelahanTidak tahu sejak kapan, setiap malam, seorang pria muda akan datang untuk makan mie. Setiap kali dia memesan, setiap kali pula dia akan mencari kesempatan untuk berbicara dengan wanita itu, tetapi tidak lebih dari sekedar pertanyaan basa-basi orang asing: Bisnis saat ini baik? Pendapatannya bagaimana? dan lain lain.

Pria ini berjalan kaki setiap hari pada waktu tertentu, berpakaian sangat biasa, tidak pernah membawa tas, dan setelah selesai makan mie ia pun berjalan dengan tergesa-gesa meninggakan tempat itu. Wanita itu berpikir dia pasti orang dari luar kota yang bekerja di pabrik terdekat.

Suatu hari, pria itu bertanya kepada wanita apakah dia punya pacar, dan wanita itu tertegun. Lalu berkata dengan serius: “Aku sudah tidak punya ayah, Ibuku menderita stroke, dan juga masih membiayai adik yang masih kuliah. Siapa yang berani bersamaku?”

Tidak disangka lelaki itu dengan serius berkata “Saya berani.”

Meskipun wanita itu belum menyetujui permintaanya, namun mereka perlahan menjadi dekat. Setiap pukul 6 sore, pria itu akan datang tepat waktu untuk membantu wanita mengelola toko, menemani ngobrol, melayani pelanggan bersama, dan menutup stand bersama

Ternyata pria itu dibesarkan di kota kecil ini dan merupakan putra tunggal dalam keluarga mereka, dan bekerja di sebuah perusahaan.

Hari-hari berlalu begitu saja, sampai suatu hari pria itu tidak muncul, hari berikutnya juga tidak datang. Wanita itu meneleponnya, namun dia tidak mengangkat … Ia berpikir, pastilah pria itu telah bertemu gadis lain dan meninggalkannya.

Pria menyatakan isi hatinya

Suatu hari, tiba-tiba pria itu muncul pada jam 8 malam, ketika pelanggan mulai sepi.

Pria itu memegang buket bunga dan meminta wanita itu menjadi pacarnya, Wanita itu pun menerimanya. Pada hari-hari berikutnya, mereka menjalani hidup seperti biasa, tetapi pria itu terus meminta wanita itu untuk makan bersama di rumahnya dan bertemu dengan kedua orang tuanya.

Ia takut bertemu kedua orang tua sang pacar, dan terus-menerus mencari berbagai alasan untuk menghindar, sampai suatu hari kesehatan ibunya perlahan membaik, ia menceritakan hal tersebut kepada sang Ibu. Sang ibu menyemangatinya sehingga akhirnya ia berani pergi bersama ke rumah pria itu untuk berkenalan dengan ibunya.

Ketika dia tiba di rumah pria, wanita itu kaget karena rumahnya berbentuk villa dan terlihat sangat mewah. Setelah memasuki rumah, desain setiap ruangan dalam rumah tersebut membuat wanita itu terkejut. Furnitur yang indah terlihat sangat mirip dengan serial TV, yang membuat wanita itu merasa tidak nyata.

Ketika orang tua pria menyambut mereka dengan hangat, wanita itu tiba-tiba menyadari bahwa ia mengenal ayah pacarnya tersebut.

Langkah wanita yang tidak disengaja membawa perubahan dalam kehidupan.

Ternyata, beberapa hari setelah wanita ini membuka stan bakmie, pada suatu sore ada seorang lelaki tua berpakaian bersih, duduk di depan warung mie wanita itu, dan memakan mie sisa yang ditinggalkan oleh seorang pelanggan sebelumnya. Setelah melihatnya, wanita itu tidak mengatakan apa-apa, tetapi ia memasak semangkuk mie baru untuk orang tua itu dan menyajikannya dengan ramah.

Pria tua itu tidak pergi sampai wanita itu menutup standnya. Setelah bertanya, wanita itu mengetahui bahwa pria tua itu menderita penyakit Alzheimer, jadi dia lupa di mana keluarganya berada dan tidak bisa mengingat bagaimana dia datang. Wanita itu mengkhawatirkan lelaki tua itu kemudian mengantarkan lelaki tua itu ke kantor polisi, dan menceritakan semua yang terjadi.

Hari ini bertemu lagi, ternyata orang tua ini adalah ayah dari pacarnya. Pacarnya menceritakan, saat menjemput ayahnya, petugas polisi menceritakan kronologi kejadian lelaki tua itu di stand bakmie wanita itu. Anak dari lelaki tua ini merasa sangat berterimakasih, dan untuk membalas kebaikan wanita tersebut, ia ingin memberikan imbalan dengan membantu perekonomian keluarganya, sehingga ia mulai mengunjungi stand bakmi wanita tersebut.

Tanpa diduga, kebaikan dan kesederhanaan wanita itu terhadap semua orang yang mampir di stand bakmi menyentuh lelaki itu, dan bakmie yang dimasaknya juga lezat. Dia jatuh cinta padanya.

Kehidupan Bahagia Setelah Menikah

Tidak lama kemudian, pria itu dengan megahnya menikahi wanita itu. Meskipun sangat sukses dalam bisnis dan membutuhkan bantuan seseorang untuk mengelola bisnisnya, namun dia tetap menghormati keinginan wanita itu, untuk menyewa sebuah toko di lingkungan dekat stan dulu, dan membuka restoran mie, khusus menjual bakmi.

Kedua mertuanya sangat menyayangi wanita ini, dan pria itu juga sangat berbakti kepada ibu mertuanya dan juga menjaga saudara laki-laki wanita itu.

Ketika adik lelaki itu lulus dari perguruan tinggi, wanita itu pun hamil dan dia merasa bahwa kehidupan bahagianya baru saja dimulai.