Budi Pekerti

Efek Kuat dari Ketangguhan Mental

Mentalitas tangguh
Mentalitas tangguh. @Pixabay

Dengan berlalunya tanda satu tahun baru-baru ini sejak pandemi COVID-19 dimulai, efek jangka panjangnya menjadi lebih jelas. Virus ini tidak hanya merenggut lebih dari 2 juta nyawa di seluruh dunia, tetapi juga berdampak sangat merugikan pada kesehatan mental miliaran orang di seluruh dunia.

Penelitian terhadap warga Tiongkok pada awal pandemi menemukan bahwa gejala kecemasan, depresi, dan stres adalah reaksi umum terhadap pandemi. Efek ini tercermin di negara lain dan meningkat seiring waktu.

Misalnya, penelitian yang lebih baru di Amerika Serikat menemukan bahwa satu dari empat orang dewasa melaporkan gejala kecemasan atau depresi — meningkat dari tahun 2019 yakni 1 dari 10 orang. Untuk beberapa, peningkatan tingkat stres dan kecemasan juga disertai dengan kualitas tidur yang lebih buruk dan peningkatan penggunaan alkohol dan obat-obatan — memperburuk masalah kesehatan mental.

Meningkatnya masalah kesehatan mental selama pandemi tidak dapat dikaitkan dengan satu faktor. Sebaliknya, psikolog berpendapat bahwa emosi negatif ini disebabkan oleh beberapa masalah berbeda. Yakni, kekhawatiran kesehatan, ketakutan akan kematian, atau orang yang dicintai sakit, isolasi, gangguan perjalanan dan rencana sosial, serta informasi media yang berlebihan.

Penelitian menemukan bahwa dampak psikologis pandemi lebih besar pada kelompok tertentu, seperti wanita, pelajar, dan orang dengan masalah kesehatan yang sudah ada sebelumnya. Tetapi penelitian baru kami juga menemukan bahwa bagi sebagian orang, memiliki ciri-ciri kepribadian tertentu tampaknya menawarkan perlindungan pada tingkat tertentu selama masa-masa sulit ini.

Memang, tampaknya memiliki “ketangguhan mental” telah membantu banyak orang untuk mencegah dampak pandemi yang merugikan kesehatan mental.

Apa Itu Ketangguhan Mental?

Ketangguhan mental lebih dari sekadar memiliki ketahanan dan kendali dalam situasi sulit. Ini berkaitan dengan kerangka berpikir psikologis yang mendukung kepercayaan diri dan komitmen untuk sukses. Dalam bukunya “Developing Mental Toughness”, psikolog Peter Clough menggambarkan ketangguhan mental sebagai kombinasi dari berikut ini:

Bobot kendali yang diyakini seseorang atas kehidupan dan emosi mereka;
Berapa banyak komitmen ditempatkan pada pencapaian tujuan meskipun ada kesulitan;
Mampu melihat potensi ancaman sebagai peluang untuk pengembangan diri;
Terus berusaha dalam lingkungan yang berubah;
Tingkat kepercayaan yang dimiliki seseorang untuk berhasil, meskipun mengalami kemunduran.
Tingkat ketangguhan mental dipengaruhi oleh banyak faktor berbeda. Misalnya, pengalaman positif saat Anda masih muda dan program pelatihan ketangguhan mental terbukti membuat orang lebih tangguh secara mental.

Mengatasinya Bersama

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki sifat-sifat ini cenderung tidak bereaksi negatif dalam situasi stres dan menunjukkan keterampilan mengatasi yang lebih baik. Jadi penelitian kami ingin menemukan bagaimana ketangguhan mental berpotensi membantu orang selama pandemi.

Secara keseluruhan, kami menemukan bahwa laporan gejala depresi, kecemasan, dan stres jauh lebih tinggi daripada pada masa sebelum COVID. Mereka yang kehilangan pekerjaan atau bisnis selama pandemi melaporkan lebih banyak gejala penderitaan tersebut.

Bahkan mereka yang menghadapi cuti sementara lebih cenderung melaporkan tingkat kesusahan yang tinggi. Itu karena efek psikologis dari pengangguran jauh melampaui ketidakstabilan finansial. Pekerjaan memberikan rasa tujuan — dan memberikan rasa kendali pada kehidupan orang-orang. Mengalami kehilangan pekerjaan atau lesunya bisnis pada saat orang-orang diisolasi dengan rasa kebebasan yang terbatas dapat semakin mengurangi kesejahteraan seseorang.

Namun, pada bagian orang yang mendapat skor lebih tinggi pada kuesioner ketangguhan mental kami mencerminkan tingkat depresi, kecemasan, dan stres yang lebih rendah. Hal ini kemungkinan besar karena orang-orang ini merasa mereka memiliki kendali yang lebih besar atas situasi — dan lebih mampu untuk tetap fokus di bawah tekanan dan lebih siap untuk mengatasi secara mental. Orang yang bermental kuat juga cenderung tidak melaporkan gejala depresi.

Yang Dapat Anda Lakukan  

Penelitian yang meneliti keefektifan pelatihan ketangguhan mental masih dalam tahap awal. Tetapi penelitian dengan para pemain sepak bola Australia telah menunjukkan potensi yang menjanjikan untuk menggunakan pelatihan semacam itu dalam meningkatkan ketangguhan mental.

Bagi siapa pun yang ingin meningkatkan ketangguhan mental mereka, awal yang baik untuk memulai adalah dengan membangun pemikiran positif, penetapan tujuan, dan motivasi diri. Lanjutkan dengan menetapkan tujuan yang spesifik dan dapat dicapai untuk sebuah proyek atau sesuatu yang sedang Anda kerjakan, dan memastikan Anda meluangkan waktu untuk meditasi dan relaksasi. (epochtimes/aus)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI