Budi Pekerti

PODCAST Yang Terlihat Mata Belum Tentu Benar

Alkisah ada sepasang suami istri yang tinggal di sebuah desa yang miskin. Karena sulit mendapatkan uang di desanya, akhirnya sang suami pun memutuskan untuk berdagang di kota, sedang sang istri dengan setia menunggunya di rumah.

Beberapa bulan kemudian, sang suami yang sangat merindukan istrinya itu pun pulang ke rumah di desa.

PODCAST

Namun, betapa terkejutnya dia, ketika sampai di depan rumah, dari jendela dia melihat istrinya yang selama ini sangat dia rindukan, ternyata sedang makan malam bersama seorang pria yang tak dikenalnya. Mereka terlihat sangat akrab dan mesra, dan sang istri terus tersenyum dan tertawa.

Hati sang suami sakit bagaikan diiris, dia berpikir bahwa istrinya pasti telah mengkhianatinya. Dengan hati yang kecewa, ia pun melangkah pergi.

Bertahun tahun lamanya, si suami yang memendam rasa sakit hati ini, tidak pernah kembali ke rumahnya. Hingga suatu hari, ia terserang penyakit berat dan diramalkan dokter usianya tak akan lama lagi. Ia teringat pada istri tercintanya, dan berpikir bahwa ia ingin melihat wajah istrinya tersebut terakhir kali sebelum ajal menjemput.

Dengan susah payah, akhirnya ia berhasil sampai di rumah lamanya. Mengintip dari jendela, ia melihat istrinya yang telah berambut putih sedang duduk makan sendirian. Ia pun mengetuk pintu perlahan dengan ragu.

Sang istri yang segera membuka pintu, sangat terkejut melihat suaminya berdiri disana.

[Istri]: “Oh suamiku!!! Akhirnya kamu kembali! Mengapa kamu kembali begitu lama setelah bertahun-tahun? Aku selama ini menunggumu begitu lama..!”

Sang suami terdiam. Namun bayangan pria asing yang makan malam bersama istrinya bertahun-tahun yang lalu, tiba-tiba terbayang kembali di kepalanya, dan ia berkata:

[Suami]: “Aku sebenarnya sudah kembali ke rumah ini bertahun-tahun yang lalu. Tapi aku melihatmu sedang makan malam dengan seorang pria dengan mesranya! Siapa dia? Pacarmu?”

Sang istri sangat terkejut mendengar tuduhan marah suaminya itu. Ia berpikir keras dan tiba-tiba mengerti.

[Istri]: “Ya Tuhan… suamiku… hanya ada satu pria yang pernah mengunjungi ku bertahun-tahun yang lalu, ia adalah adikku yang adalah seorang pelaut! Kamu tidak pernah bertemu dengannya, ia jarang sekali pulang. Saat itu kebetulan ia berhenti di desa kita, lalu mencariku dan mengunjungiku. Apakah dia pria yang kamu maksud…?”

Si suami tertegun mendengar hal ini. Menyadari kesalahan bodoh yang telah dilakukannya, tiba-tiba badannya menjadi lemah dan ia pun jatuh terpuruk sambil menangis tersedu-sedu.

[Suami]: “Aduh istriku…. Iya mungkin saja dia-lah pria yang kulihat! Bodohnya aku selama ini mengira kamu telah mengkhianati pernikahan kita! Dan bodohnya aku sudah menyia-nyiakan waktu yang seharusnya bisa kita lewati bersama. Tahukah kamu, sekarang aku berpenyakit berat dan dokter sudah berkata hidupku tidak akan lama lagi!”

Si istri pun memeluk suaminya yang terpuruk sambil menangis. Walaupun kesalah-pahaman yang bertahun-tahun itu telah terurai, kini hanya tersisa sedikit waktu bagi mereka untuk menjalani kehidupan bersama lagi.

Apa yang terlihat oleh mata, dan yang terdengar oleh telinga, adalah belum tentu benar. Jika tidak memikirkan suatu hal secara rasional, maka kita akan mudah dikelabui oleh penampilan dan emosi sesaat, dan pada akhirnya hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Saksikan video kami:

Youtube ☛ www.youtube.com/ntdkehidupan
Dailymotion ☛ www.dailymotion.com/ntdkehidupan
Facebook ☛ https://web.facebook.com/ntdkehidupan​
Terhubung dengan kami di Twitter ☛ twitter.com/indonesia_ntd
Youmaker ☛ https://www.youmaker.com/c/ntdkehidupan

Dengarkan Podcast kami:

Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

VIDEO REKOMENDASI