Budi Pekerti

Meraih Bahagia dan Produktivitas

Bahagia @Getty Images via Canva Pro
Bahagia @Getty Images via Canva Pro

Sementara kita semua ingin menjalani kehidupan yang memuaskan dan menyenangkan, seringkali kedua tujuan itu tampak tidak tercapai dan kita menemukan diri kita keluar jalur atau terjebak dalam rutinitas, yang kerap membuat hati kita tidak bahagia.

Padahal, kebahagiaan adalah keadaan pikiran yang bisa dicapai oleh siapa saja, dan dapat menuai banyak manfaat.

Gretchen Rubin, penulis The Happiness Project, menulis bahwa orang yang bahagia cenderung menjadi lebih produktif, lebih positif, dan lebih siap untuk berbagai aspek kehidupan. Mari kita lihat beberapa kebiasaan yang dapat menggerakkan kita menuju kebahagiaan dan produktivitas.

Seperti slogan: “Just do it!”(“Lakukan saja!” )

Sama pentingnya seperti yang kita ketahui bahwa banyak tugas yang harus diselesaikan,  baik itu pekerjaan rumah, pekerjaan perbaikan yang rusak-rusak, atau urusan kantor, entah mengapa selalu tertunda untuk diselesaikan karena banyak distraction (gangguan).

Alasan umum untuk pengabaian ini adalah, alih-alih melakukannya dengan segera, kita memikirkannya untuk sementara waktu, membiarkan segala macam pikiran negatif muncul dan mencegah kita menangani pekerjaan itu.

Begitu kita mulai mempertimbangkan semua kesulitan yang mungkin kita hadapi, kepercayaan diri dan antusiasme kita terkikis, ketakutan muncul, dan kita mencari alasan untuk menghindarinya. Kita kemudian berakhir dengan situasi yang mendesak dimana kita tidak lagi memiliki cukup waktu untuk melakukan sebaik yang kita bisa.

Solusinya adalah biasakan mengambil tindakan segera terhadap tugas di hadapan anda–apalagi yang mendesak–jangan buang waktu untuk memikirkannya.

Meskipun beberapa perencanaan mungkin diperlukan untuk proyek yang kompleks, anda akan menemukan bahwa banyak solusi muncul secara organik ditengah-tengah pekerjaan, yang mungkin tidak pernah anda pertimbangkan selama berminggu-minggu perencanaan.

Seperti yang ditulis Mel Robbins dalam The 5 Second Rule: “Momen keragu-raguan itu adalah pembunuh. Ragu-ragu mengirimkan sinyal stres ke otak anda.

Itu adalah tanda bahaya yang mengirimkan tanda ada yang tidak beres, dan otak anda masuk ke mode bertahan (akhirnya menghindar untuk melakukannya). Beginilah cara kita ditakdirkan untuk gagal.”

Rasakan Matahari dan Sebarkan Cahayanya

Bukan mitos bahwa sinar matahari mencerahkan hari dan hati kita. Serotonin dan dopamin adalah bahan kimia peningkat suasana hati dalam tubuh, dan pelepasannya dirangsang oleh paparan sinar matahari.

Paparan sinar matahari hanya 10 hingga 15 menit dapat menyegarkan anda setiap hari dan bahkan meningkatkan kualitas tidur anda di malam hari, karena membantu tubuh anda mempertahankan ritme sirkadian alaminya.

Kurangnya paparan sinar matahari dapat menyebabkan kelelahan dan bahkan depresi. Musim hujan, bagi banyak dari kita, berarti lebih sedikit waktu di luar rumah, hari yang lebih pendek, dan cuaca yang dingin dan suram.

Matahari masih muncul setiap pagi, tetapi dengan kombinasi kemalasan kita untuk bangun dan intensitas matahari yang berkurang, paparan yang disarankan meningkat menjadi dua jam.

Coba biasakan beberapa aktivitas di luar ruangan setiap hari. Anda tidak hanya akan menangkap sinar matahari, anda juga akan terlibat dengan alam dan membuat tubuh anda bergerak.

Saat anda menjadi orang yang lebih ceria, anda mungkin secara tidak sengaja memancarkan cahaya yang anda rasakan di dalam diri, menemukan hal positif pada semua orang dan situasi, menjalani hidup dengan rasa syukur, dan mengungkapkan belas kasih kepada orang lain.

Rapikan Ruangan untuk Pikiran yang Jernih

Lingkungan yang rapi meningkatkan fokus dan produktivitas. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kekacauan yang kita lihat, seperti kamar tidur yang berantakan atau meja yang berantakan dapat memiliki dampak psikologis yang negatif.

Mempertahankan lingkungan yang bersih dan rapi, dan membuang berbagai benda yang tidak perlu dapat meredakan frustrasi dan depresi.

Lebih sedikit gangguan yang terlihat akan membantu anda fokus dan mendukung pola pikir yang tenang dan terpusat, jadi pastikan untuk menjaga kebersihan rumah anda. Bersihkan setiap selesai makan, rapikan tempat tidur anda setiap pagi, dan hindari terkumpulnya barang-barang tidak berguna di rumah Anda.

Waktu Bebas dari Gadget

Sementara sebagian besar kehidupan modern terkait dengan teknologi, adalah penting untuk beristirahat dari menatap layar.

Perangkat tidak hanya mengalihkan perhatian kita dari kehidupan nyata yang terjadi di hadapan kita, layar biru juga dapat mengganggu pola tidur kita dengan membingungkan tubuh kita apakah akan siang atau malam.

Selain itu, banyak dari apa yang ada diluar saat ini pada gawai hampir tidak layak untuk dilihat dan bahkan bisa berbahaya.

Coba gunakan waktu luang anda untuk hiburan kehidupan yang nyata, seperti bermain dengan anjing anda, jalan santai dengan pasangan atau bersepeda dengan anak anda, aktif berolahraga, berbicara dengan orang lain, atau mengunjungi orang tua dan kerabat.

Semakin anda menjauh dari teknologi, semakin sedikit teknologi yang akan mengendalikan anda. Anda mungkin menemukan bahwa kehidupan nyata lebih menyenangkan daripada yang anda pikir, dan juga menemukan bahwa anda memiliki lebih banyak energi untuk mengatasi tantangan yang menghadang anda.

Ambil Sesi Istirahat

Adalah wajar untuk merasa gelisah dibawah tekanan. Kita ingin menyelesaikan sebanyak mungkin pekerjaan. Namun, terlalu sibuk dengan melakukan sesuatu bisa membuat kita kewalahan, dan merusak fokus dan tekad kita.

Seperti yang dikatakan Jay Shetty, penulis buku Think Like a Monk, “Jika anda melewatkan hari itu dengan banyak menelepon dan rapat, belanja online, dan memeriksa whatsapp dan sosmed, membaca berita online, apakah anda tahu bahwa perasaan lelah yang anda miliki di akhir itu semua? Ini akibat dopamin hangover” (mabuk/kelebihan dopamin).

Jika anda merasa bahwa hidup adalah perjuangan yang melelahkan untuk mencapai sesuatu, luangkan waktu untuk melepaskan beban dan mengalami ketenangan dan keheningan. Ingatlah bahwa anda sedang istirahat, dan benar-benar terlibat dalam momen rileks tersebut.

Memperhatikan suara dan hal-hal kecil di sekitar anda, sambil mengabaikan kekhawatiran dan keinginan yang mengganggu. Sedikit istirahat sekitar setengah jam dapat meningkatkan fokus dan produktivitas anda.

Tetapkan Tujuan yang Realistis, Bukan yang Abstrak

Resolusi dan tujuan bagus untuk pengembangan diri, tetapi harus realistis daripada idealistik. Seperti yang dikatakan Rubin dalam bukunya, “Resolusi bekerja lebih baik ketika konkret, bukan abstrak: lebih sulit mewujudkan resolusi untuk “Menjadi orang tua yang lebih perhatian” daripada ‘Bangun lima belas menit lebih awal sehingga saya mempunyai waktu yang cukup sebelum anak-anak bersiap sekolah.'”

Memberi diri anda tantangan spesifik untuk dicapai secara alami akan membawa anda ke jalan menuju pencapaian tujuan akhir anda.

Dengan mengadopsi beberapa kebiasaan ini, anda dapat menempatkan diri anda pada posisi yang lebih baik untuk kebahagiaan dan produktivitas saat memasuki hidup anda.

Ambil selangkah demi selangkah. Mencoba untuk mewujudkan semua tujuan anda sekaligus hanya akan menyebabkan frustrasi; tetapi jika anda dapat membentuk kebiasaan baik dan menaatinya, imbalannya akan datang sebelum anda menyadarinya. (visiontimes)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI