Cinta sejati tidak terbatas pada cinta romantis antara pasangan, yang mungkin saja bukan cinta sejati sama sekali. Cinta sejati adalah pengabdian tanpa syarat dan tanpa pamrih kepada orang lain yang berasal dari hati yang penuh kasih.
Percaya dan bertahan, setia dan sabar, cinta sejati memberi kita harapan untuk melewati masa-masa sulit dan bahagia yang memungkinkan kita untuk berbagi keberuntungan. Dengan ini, kita diciptakan; dan dengan ini, kita dapat kembali ke sifat ilahi kita.
Namun di dunia manusia yang penuh dengan godaan dan cobaan ini, kita sering kehilangan arah. Demi kepentingan diri sendiri, kita mengejar satu hal demi satu hal, dipenuhi keinginan dan keterikatan. Dengan pikiran yang kacau, kita dapat dengan mudah berubah jadi tidak baik, sehingga mustahil untuk menemukan cinta sejati, meskipun cinta sejati itu ada di sekeliling kita.
Di mana seseorang dapat menemukan cinta sejati?
Cinta sejati dapat disaksikan dalam kesempurnaan alam. Desain megah dari berbagai macam tumbuhan dan hewan yang sesuai dengan tujuan khusus mereka di Bumi tidak dapat dicapai dengan cara lain. Bagaimana komunitas lebah madu yang kompleks dapat berfungsi sebagai satu kesatuan? Bagaimana kepingan salju yang tak terhitung jumlahnya bisa memiliki keunikan yang sangat indah? Mengapa pergantian musim merupakan siklus yang abadi dan memberi kehidupan? Semua itu adalah fungsi dari cinta sejati.
Kita juga bisa menemukannya dalam masyarakat manusia. Dedikasi yang dimiliki oleh beberapa guru atau petugas pemadam kebakaran untuk pekerjaan mereka, misalnya, berasal dari keinginan tanpa pamrih untuk membantu orang lain. Demikian pula, keahlian yang luar biasa di berbagai bidang menunjukkan kemurnian hati yang mengutamakan kualitas daripada kenyamanan.
Pengabdian penuh seorang ibu kepada anaknya, dan seorang pemimpin yang berbudi luhur kepada negaranya sama benarnya dengan cinta yang membuat sebuah pernikahan yang baik. Jika kita membuka pikiran dan mata kita, kita akan menemukan contoh-contoh cinta sejati yang cukup untuk menginspirasi kita setiap hari.
Apa yang menjauhkan kita dari cinta sejati?
Bahkan dengan semua cinta di sekeliling kita, berbagai gagasan dapat menghalangi kemampuan kita untuk memahami dan berpartisipasi di dalamnya. Salah satu ilusi terbesar adalah gagasan bahwa kita semua bersaing satu sama lain. Kebodohan dalam hal ini ditunjukkan dengan sempurna dalam anekdot berikut ini:
Sekelompok 50 orang yang menghadiri seminar tentang kebahagiaan tampaknya tidak yakin dengan kata-kata pembicara, jadi mereka diberi sebuah aktivitas permainan. Masing-masing harus menuliskan namanya pada sebuah balon, yang kemudian diletakkan di ruangan lain, bersama dengan balon orang lain. Kemudian mereka diberi waktu lima menit untuk menemukan balon mereka.
Semua orang berebut untuk menemukan balon dengan nama mereka sendiri, tetapi tidak ada yang berhasil dalam waktu yang diberikan. Jadi, mereka kemudian diminta untuk memberikan balon acak yang mereka ambil kepada orang yang namanya tertera di balon tersebut. Dalam waktu satu menit, semua orang sudah mendapatkan balonnya masing-masing.
Pada game berikutnya, mereka masing-masing diberi sebuah jarum dan balon, dan diberitahu bahwa siapa pun yang masih memiliki balon yang utuh ketika timer berbunyi akan memenangkan hadiah. Dalam waktu satu menit, semua balon telah meletus (karena peserta berlomba melubangi balon peserta lainnya). Instruktur kemudian menunjukkan kesalahan mereka — ini sesungguhnya bukan kompetisi.
Semua orang bisa saja mendapatkan hadiahnya, tetapi kita selalu beranggapan bahwa untuk menang, orang lain harus kalah. Hidup juga demikian. Jika kita saling membantu, kita semua menang. Mentalitas kompetitif untuk berjuang melawan satu sama lainlah yang menciptakan pecundang, kebencian, dan ketidakpercayaan.
Bagaimana menemukan cinta sejati
Untuk menemukan cinta sejati, Anda hanya perlu membuka hati Anda untuk itu. Lepaskan anggapan bahwa Anda harus mencari dan mengejarnya. Terimalah bahwa cinta sejati ada di mana-mana dan Anda akan mulai menyadarinya. Mulailah dengan memperhatikan semua berkat (besar dan kecil) yang dapat Anda syukuri. Hati yang bersyukur tidak terganggu oleh keinginan atau kecemburuan, tetapi menerima dan puas dengan semua yang ada.
Percayalah bahwa segala sesuatu diatur oleh kekuatan yang lebih tinggi untuk suatu tujuan. Kita semua menghadapi kesulitan, tetapi kesulitan itu tidak dimaksudkan untuk menjatuhkan kita. Kesulitan adalah kesempatan yang diberikan kepada kita untuk belajar dan bertumbuh – dan berubah menjadi lebih baik. Anekdot kedua menunjukkan prinsip penting lainnya:
Beberapa dekade yang lalu, sebuah percobaan dilakukan dengan tikus yang dipaksa untuk menapakkan kaki di air hingga hampir tenggelam, yang terjadi setelah sekitar 15 menit. Tikus-tikus tersebut diselamatkan tepat sebelum mereka tenggelam, dan diberi waktu istirahat sejenak. Kemudian mereka ditempatkan kembali ke dalam air untuk mengulangi percobaan.
Hebatnya, tikus-tikus yang sudah kelelahan itu mampu mempertahankan perjuangan mereka untuk hidup tidak hanya selama 15 menit, tetapi selama 60 jam penuh! Stamina mereka yang meningkat secara eksponensial disebabkan oleh harapan, atau keyakinan, bahwa tikus-tikus itu sekarang memiliki harapan untuk diselamatkan. Ketika Anda mengalami masa-masa sulit, ingatlah tikus-tikus itu, kumpulkanlah keyakinan, dan Anda akan memiliki kekuatan untuk melewati masa-masa sulit tersebut.
Bersedialah untuk memaafkan, baik diri sendiri maupun orang lain. Ingatlah bahwa kita hanyalah manusia yang sedang dalam proses menyempurnakan diri. Akan ada rintangan dan kesalahan di sepanjang jalan, tetapi dalam situasi apa pun Anda bisa bertanya pada diri sendiri, “seberapa penting hal ini akan terjadi setahun dari sekarang?” Dengan melihat dari sudut pandang ini, kita akan melihat bahwa sebagian besar kekhawatiran kita sangat tidak penting dalam gambaran yang lebih besar.
Terakhir, alihkan fokus Anda kepada orang lain. Tujuan kita datang ke dunia ini bukanlah untuk mengejar kepentingan diri sendiri, tetapi untuk bersikap baik kepada orang lain – sehingga kita semua dapat diangkat ke alam yang lebih tinggi. Pertimbangkan bagaimana tindakan Anda akan memengaruhi orang lain di sekitar Anda, dan buatlah pilihan secara sadar untuk menunjukkan kebaikan, kemurahan hati, kesabaran, dan cinta sejati bagi umat manusia.
Dalam mengembangkan kebajikan-kebajikan ini, kita dapat melihat bahwa sifat-sifat buruk kita bagaikan lapisan-lapisan penghalang. Ketika kita melepaskannya, kita menemukan diri kita semakin tenggelam dalam realitas ajaib yaitu “cinta sejati”. (visiontimes)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini
Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations
VIDEO REKOMENDASI
