Budi Pekerti

Yang Harus Dimiliki Seorang Pengusaha Bila Ingin Sukses

Semua pengusaha pasti ingin sukses. Namun pertama-tama harus memiliki satu sikap dulu, apakah itu? Sikap yang dapat menuntun menuju kesuksesan tersebut tersirat dalam cuplikan sejarah berikut ini:

Suatu hari Sima Guang (Perdana Menteri Dinasti Song Utara) menyuruh pelayannya, Luzhi, untuk membawa kuda perang yang telah dia tunggangi selama beberapa tahun, untuk dijual di pasar. Sima Guang berkata pada Luzhi:

“Kamu harus mengatakan kepada pembeli potensial bahwa kuda ini mempunyai warna bulu yang sangat menarik, kudanya sangat tinggi, kuat, berkarakter lembut dan sangat patuh. Tapi kamu juga harus mengatakan kepada pembeli bahwa kuda ini punya masalah paru-paru selama musim panas. Pastikan pembeli mengenalinya dan memperhatikan masalah ini.

Pelayannya tertawa dan berkata, ”Apakah kamu pernah melihat penjual melon mengungkapkan fakta bahwa melonnya pahit? Mengapa kita harus memberitahukan masalah itu kepada pembeli potensial kalau mereka bahkan tidak dapat melihat masalah apapun. Disamping itu, penampilannya sangat bagus, tidak akan ada seorangpun yang dapat menyalahkan kita ketika mereka mengetahui penyakitnya.”

Sima Guang menggelengkan kepalanya dan berkata, ”Berapa nilai uang yang saya dapat dari menjual kuda itu adalah nomor dua, tetapi yang pertama, yang nomor satu adalah menjaga reputasi kita agar tidak sampai rusak. Hal yang paling penting adalah menjadi orang yang bersikap jujur dan menepati janji. Ketamakan seseorang terhadap keuntungan kecil akan mudah merusak reputasi orang itu, ini adalah prinsip menjadi orang.”

Sima Guang selalu jujur. Dia menganggap kebajikan dan kemurahan hati sebagai tindakan terhormat. Dia selalu menyebut dirinya sendiri sebagai ”seorang tua yang sederhana.” Kebajikannya sebagian besar terkait dengan pendidikan budi pekerti yang dia terima dari ayahnya Sima Che semasa kanak-kanak. Ia belajar nilai-nilai kejujuran, kesederhanaan dan kesabaran.

Contohnya, ketika Sima Guang berumur 5 tahun, dia memutuskan ingin makan sebuah kacang kenari. Kakaknya mencoba membantu dia; akan tetapi dia terlalu muda untuk membuka kulit kacang kenari.

Pelayan wanita datang dan merebus kacang kenari dengan air yang mendidih sebentar, dan kemudian kacang itu terbuka dengan mudahnya. Ketika kakak keduanya pulang dan bertanya kepadanya siapa yang telah membuka kulit kacang kenari itu, Sima Guang berkata kepadanya bahwa dia telah melakukannya sediri. Ayahnya mendengar semuanya dan menegurnya dengan keras, ”Anakku! bagaimana kamu bisa berbohong tentang hal ini? Kejujuran adalah perilaku utama untuk menjadi seorang pria sejati. Ini sangat penting, agar orang lain dapat mempercayai kamu.” Sejak itu, Sima Guang tak pernah berbohong lagi.

Sima Guang berkata, ”Dalam keseluruhan hidup, saya tidak pernah melakukan sesuatu lebih baik dari orang lain dan tidak ada sesuatu apapun yang saya lakukan yang saya takut diketahui oleh orang lain.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa Sima Guang adalah orang yang lurus. Ketika Liu Anshi meminta nasihat dari Sima Guang tentang bagaimana membentuk diri seseorang dan bagaimana mengaturnya di dunia, dia berkata, ”Kamu harus selalu memulainya dengan bersikap jujur dan selalu berkata yang benar dalam keadaan apapun.”