Suatu ketika seorang Guru menceritakan sebuah kisah kepada muridnya.
“Ada sebuah desa di satu sisi sungai, dan sebuah kuil yang besar dan megah di sisi lain sungai.
Suatu hari dua orang sahabat, Daksa dan Sonu, memutuskan untuk mengunjungi kuil itu.
Salah satu dari mereka, Daksa, berangkat dengan penuh keraguan dan kekhawatiran, dia sangat khawatir bahwa rumahnya akan dimasuki pencuri saat dia pergi.
Sementara Sonu, berangkat dengan penuh semangat, bahkan sebelum tiba di kuil seberang sungai, dia sudah sangat gembira. Dia berpikir bahwa kebahagiaan dan anugerah yang akan dia dapatkan di kuil sangat besar, dan tidak dapat dibandingkan dengan segala apapun yang telah dia miliki saat ini di rumahnya.
Pada akhirnya, di suatu malam, mereka memutuskan untuk berangkat, mereka berdua pergi ke sisi sungai.
Di sana mereka melihat dua perahu kecil yang hanya bisa dinaiki satu orang, jadi mereka memutuskan untuk berpisah dan masing-masing akan menaiki satu perahu.
Kabut mulai turun, dan segera, mereka berdua tidak dapat melihat satu sama lain.
Daksa terus mendayung sepanjang malam tapi tidak dapat mencapai sisi lain sungai.
Ketika matahari terbit, dia melihat bahwa temannya, Sonu, telah datang dari sisi lain sungai.
Ketika berpapasan, Sonu mulai bercerita, memuji kuil dan keindahannya, dan betapa dia sangat bahagia bisa bersembahyang disana semalaman.
Mendengar ini, Daksa bertanya kepadanya, ‘Apakah kamu ada di kuil sepanjang malam?
Sonu menjawab, ‘Ya, tentu saja, tapi saya tidak melihat dirimu. Mengapa kamu tidak datang?’
‘Saya… terus mendayung sepanjang malam, tapi tidak pernah sampai ke sisi lain sungai..’ – kata Daksa.
—
Guru pun mengakhiri kisahnya.
Sekarang, Guru itu bertanya kepada muridnya, “Murid-murid, kalian tahu, Daksa mendayung sepanjang malam, tapi tidak juga mencapai sisi lain sungai! Mengapa?”
Murid-murid bingung, ada yang menjawab bahwa Daksa tersesat, Daksa tidak bisa melihat karena tertutup kabut, dan sebagainya.
Namun Guru mengatakan bahwa semua jawaban itu salah.
Akhirnya Guru berkata, “Wahai murid-muridku, Daksa memang mendayung sepanjang malam, tapi dia tidak membuka tali perahunya yang diikatkan ke patok.”
Guru melanjutkan ”Demikian pula, orang yang terus mendayung sepanjang hidup mereka untuk menuju ke pantai seberang, tidak akan pernah bisa mencapai tujuannya, kecuali mereka melepas tali perahu yang ditambatkan di titik awal.” (inspirasibambu/an)
Mereka yang tidak memotong tali keterikatannya di dunia, tidak akan pernah bisa mencapai surga.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini
Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations
VIDEO REKOMENDASI
