Anggota senat di Komite Hubungan Luar Negeri AS tengah meninjau pengaruh Partai Komunis China di Afrika dan mengkaji ulang strategi baru untuk melawannya. Koresponden Jack Bradley melaporkan.
[Senator Ted Cruz]:”China menggunakan kekuatan militer, ekonomi, dan politiknya serta mengedepankan agenda otoriternya, untuk melemahkan kedaulatan negara-negara Afrika.”
Untuk menangkal pengaruh PKC di Afrika yang dianggap merugikan, kini AS mengubah kebijakannya dengan mengalihkan bantuan kemanusiaan ke proyek investasi dan kemitraan dagang.
Kepentingan PKC di Afrika terpusat pada kendali atas mineral penting guna melemahkan pasar domestik dan bentuk dominasi pasar lainnya yang merugikan wilayah tersebut, misalnya perikanan.
[Troy Fitrell, Pejabat Biro Senior]:”Itu sumber makanan mereka. Namun, para nelayan China itu datang dan merusak tempat penangkapan ikan, lalu berlayar 60 mil ke lepas pantai, bertemu nelayan, menurunkan semua ikan, kembali ke pelabuhan dan berkata, “Oh, kami tidak mendapatkan tangkapan lagi hari ini.” Jumlah makanan yang tersedia bagi rakyat Afrika jauh lebih mahal, pasokannya jauh lebih sedikit.”
Selama beberapa dekade terakhir, PKC telah memperluas pengaruhnya di Afrika melalui proyek infrastruktur belt and road initiative, seperti bendungan dan pelabuhan, serta mendirikan pangkalan militer dan pengawasan digital.
[Senator Cory Booker]: “Sangat disayangkan, China memperluas proyek belt and road initiative dengan pengawasan digital dan bantuan hutang infrastruktur.
Proyek-proyek ini kerap meninggalkan hutang raksasa bagi negara tuan rumah sehingga tidak dapat membayar PKC kembali.
[Senator Chris Coon]: “Pembiayaan perangkap utang China, seringkali tidak transparan dan mengakibatkan korupsi, mengabaikan kepentingan rakyat atau bahkan Afrika sendiri.”
Banyak dari proyek-proyek ini yang berakhir dengan kegagalan.
[Troy Fitrell, Pejabat Biro Senior]: “Ketika bendungan limbah milik PKC roboh dan menumpahkan sekitar 40 juta galon limbah asam ke Sungai Kafue, itu berpotensi menghancurkan mata pencaharian 6 juta orang.”
PKC menggunakan kekuatan diplomatiknya di Afrika untuk mencegah Taiwan berhubungan dengan mereka.
Pada April, Somalia memberlakukan larangan bagi pemegang paspor Taiwan, akibatnya menlu Taiwan batal mengunjungi negara itu.
[Troy Fitrell, Pejabat Biro Senior]: “Disaat mereka melecehkan Taiwan, mereka telah membahayakan dan mempertanyakan hubungannya dengan kami.”
AS kini tengah berupaya memperbaiki hubungan ekonomi dengan Afrika dan memberikan mereka alternatif selain PKC.
Jack Bradley, NTD News.
