Fokus

AS Tak Buru-buru Sepakati Dagang dengan China, Isu Minyak Rusia Dibahas

Senin lalu, menteri Keuangan Scott Bessent berkata pembicaraan mendatang antara AS China akan membahas beberapa topik sensitif, termasuk pembelian minyak Rusia dan Iran oleh China. Ia menyampaikan AS tidak akan terburu-buru dalam mencapai kesepakatan. Berikut detailnya.

[Scott Bessent, Menteri keuangan AS]:

“Negosiasi akan tetap berjalan, tetapi kami tidak akan terburu-buru. Kami lebih mengutamakan kesepakatan yang berkualitas daripada sekedar selesai sebelum batas waktu 1 Agustus.”

1 Agustus adalah batas waktu yang ditetapkan Presiden Trump, lewat dari itu tarif baru akan berlaku.

Bessent mengatakan pembicaraan akan berlangsung “tidak lama lagi.” Dia akan menjadi ketua negosiator AS dalam pembicaraan dagang antara keduanya. Dalam wawancara dengan CNBC, Bessent mengisyaratkan bahwa pembicaraan mendatang akan membahas topik sensitif, termasuk dukungan China untuk Rusia dalam konflik Rusia-Ukraina.

[Scott Bessent, Menteri keuangan AS]:

“Sangat disayangkan, China adalah pembeli terbesar minyak Iran dan Rusia. Jadi, kami akan membahasnya.”

Trump telah mengumumkan tarif untuk pembeli minyak Rusia sebagai upaya menekan Moskow untuk segera mengakhiri perang. Negara manapun yang membeli minyak Rusia akan dikenakan tarif 100%.

Bessent menyebut China sebagai pembeli terbesar minyak Rusia dan mendesak sekutu AS, terutama  Eropa, untuk mengikuti langkah AS untuk memberlakukan tarif.

Dari hasil pembicaraan dagang sebelumnya antara AS-China, kedua belah pihak sepakat untuk mengurangi tarif sebelum batas waktu yang semakin dekat.