Presiden Trump mengumumkan kesepakatan dagang terbaru dengan Filipina dan Indonesia. Presiden Filipina Ferdinand Marcos atau akrab dipanggil Bong Bong, adalah kepala negara dari Asia Tenggara yang pertama kali bertemu Trump. Filipina adalah mitra utama AS di Asia Pasifik, wilayah dimana China berupaya memperluas pengaruhnya. Koresponden NTD Mari Otsu melaporkan.
Gedung Putih hari ini merilis dua kesepakatan dagang terbaru: satu dengan Filipina dan satu dengan Indonesia. Setelah pertemuannya dengan Presiden Marcos Selasa kemarin, Trump mengumumkan bahwa Filipina akan membayar tarif 19% sementara AS membayar 0%. Pengumuman ini dirilis usai kedua petinggi negara merayakan hubungan mereka dalam pertemuan Selasa di kantor oval, di mana Trump memuji upaya Marcos untuk menghentikan keberpihakan pada China.
[Ferdinand Marcos, Presiden Filipina]:
“Sekutu kami terkuat, terdekat, dan terhandal selalu Amerika Serikat,”
[Donald Trump, Presiden AS]:
“Filipina mungkin lebih condong ke China, tetapi kami bergerak cepat meluruskannya kembali. Namun, Anda tahu, negara Anda telah lama berpihak pada China, dan saya rasa itu tidak akan baik untuk Anda.”
Pertemuan ini terjadi beberapa minggu setelah Trump mengirimkan surat kepada para pemimpin dunia berisi daftar tarif baru apabila mereka gagal mencapai kesepakatan dagang dengan AS sebelum 1 Agustus. Filipina diperkirakan akan menghadapi tarif 20% untuk pengiriman barang ke AS yang akan berlaku per Agustus—3% lebih tinggi dari tarif April sebesar 17%. Di saat bersamaan, Trump juga mengumumkan bahwa Indonesia juga akan membayar tarif 19% sementara AS membayar 0.
