Fokus

Menkeu A.S. : China Akan Patuhi Kesepakatan Jika Presidennya Trump

Delegasi AS yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Scott Bessent akan bertemu wakil Perdana Menteri China He Li Feng pada hari Senin di Stockholm, Swedia untuk meredam ketegangan antara keduanya. Ini merupakan pertemuan ketiga dalam waktu kurang dari tiga bulan.

Perundingan akan berlangsung selama 2 hari secara tertutup. Topik yang dibahas termasuk berapa lama gencatan tarif akan berlangsung serta sanksi AS terkait penjualan fentanil dan pembelian minyak Rusia dan Iran oleh China.

Sebelum berangkat, Bessent berkata pada wartawan bahwa perundingan akan berfokus pada pembukaan pasar China. Saat ditanya apakah China bisa diandalkan, Bessent tidak memberikan jawaban langsung, namun ia menyampaikan keyakinannya pada Presiden Trump.

[Scott Bessent, Menteri Keuangan AS] :

“Saya yakin mereka akan menepati janji disaat Trump adalah presiden. Jadi, di masa pertama jabatannya, ada perjanjian pembelian tertentu tahun 2020, untuk komoditi telur. Mereka memenuhi janjinya tepat waktu sesuai rencana. Saat Presiden Trump tidak lagi menjabat, mereka meninggalkan perjanjian itu begitu saja.”

Pertemuan ketiga antara AS dan China ini terjadi segera setelah AS dan Uni Eropa mencapai kesepakatan. Keduanya sama-sama menyumbang sekitar 30% dari perdagangan global. Analis mengatakan kesepakatan AS-Uni Eropa dapat membayangi negosiasi perdagangan AS-China. Menurut berbagai laporan media, AS dan China akan memperpanjang gencatan tarif untuk tiga bulan setelah batas waktu 12 Agustus. Saat ini AS mengenakan tarif 25% untuk ekspor China dan China mengenakan tarif 10% untuk produk AS. Tahun lalu, defisit perdagangan AS dengan China mencapai $295 miliar. Pada April, Trump mengatakan tidak akan membuat kesepakatan dengan China kecuali defisit perdagangan itu diselesaikan.