Fokus

Hotel Bintang Lima Jadi Kaki Lima: Cara Unik Bertahan Ditengah Deflasi China

Perekonomian Tiongkok menunjukkan pelemahan di semua lini, mulai dari belanja konsumen hingga produksi pabrik dan investasi. Seiring konsumen Tiongkok berhemat, hotel-hotel mewah menemukan cara kreatif untuk bertahan, yaitu mendirikan kios pinggir jalan yang menjual makanan mewah.

Seiring konsumen Tiongkok berhemat, hotel-hotel mewah menemukan cara baru untuk tetap bertahan. Hotel Beiyuan Grand di Beijing yang dikenal dengan makanan dan ruang jamuan mewahnya mulai menutup kerugian pendapatan mereka dengan menjajakan makanan di luar. Langkah ini telah menyenangkan warga seperti Ibu Ma, yang kini dapat mencicipi merpati panggang renyah khas Beiyuan dengan harga diskon.

[Ibu Ma, Warga Beijing]:

“Tempat mereka cukup terkenal. Saya mendengar tempat ini dari tetangga saya, jadi saya datang. Saya datang hampir setiap hari. Saya pikir ini ide yang bagus dan sangat memudahkan kami, warga setempat.”

Sejak dibuka pada akhir Juli, direktur penjualan Beiyuan berkata kiosnya telah menjual 130 merpati setiap hari, dibandingkan sekitar 80 sebelumnya. Meskipun begitu, ia berkata jumlah tersebut masih belum cukup untuk mengimbangi penurunan bisnis di dalam restoran, dimana penggunaan ruang makan pribadi telah menurun dari penuh ke sekitar 1/3 dalam beberapa bulan terakhir, dan rata-rata tagihan per orang turun hampir 50%.

Beiyuan termasuk di antara setidaknya 15 hotel mewah di Tiongkok yang menjajakan makanan di luar ruangan dalam beberapa minggu terakhir.

Menurut media sosial dan situs berita Tiongkok, para analis berkata pedagang kaki lima hotel adalah tanda bahwa tekanan deflasi berisiko mengakar di negara ekonomi terbesar kedua dunia itu, yang pertumbuhannya lebih bergantung pada manufaktur dan ekspor daripada konsumen. Harga konsumen stagnan dari tahun ke tahun di bulan Juli.

Perubahan strategi oleh hotel-hotel mewah ini mungkin adalah gejala nyata dari ketegangan ekonomi yang lebih luas.

slot gacor

situs slot gacor