Seorang anggota lama komunitas pembangkang China di New York mengaku telah memata-matai sesama aktivis untuk Beijing. Yuanjun Tang mengaku bersalah pada hari Selasa karena bekerja sama dengan dinas intelijen China, sambil secara terbuka menampilkan dirinya sebagai kritikus Partai Komunis.
Tang adalah peserta tetap dalam protes di luar konsulat Tiongkok di Manhattan, bahkan mendirikan kelompok pro-demokrasi di Queens, tetapi jaksa federal mengatakan di balik layar, ia mengumpulkan informasi tentang aktivis Tionghoa-Amerika, bahkan memotret para demonstran.
Pihak berwenang yakin Tang bekerja sama dengan pejabat Tiongkok dengan harapan diizinkan mengunjungi keluarganya di kampung halaman.
FBI menyebut tindakannya sebagai pengkhianatan terhadap nilai-nilai Amerika dan cita-cita yang pernah diklaim Tang untuk diperjuangkan. Sebelumnya Tang pernah dipenjara 12 tahun di China atas perannya di demonstrasi Tiananmen, sebelum melarikan diri ke Taiwan, kemudian ke AS.
