Parlemen AS tengah melakukan investigasi penuh atas keterlibatan Partai Komunis China dalam operasi jaringan kriminal di Amerika Utara. Koresponden Luis Eduardo Martinez melaporkan.
[Rapat Parlemen]:
“Organisasi kriminal yang handal adalah yang paling sulit dilacak.”
[Brad Knott, Anggota Parlemen Partai Republik AS]:
“Mereka sangat terlatih dalam berkamuflase.”
[Christopher Urben, Anggota Parlemen AS, Direktur Pelaksana Nardello & Co]:
“Mereka bisa sukses karena seperti yang Anda katakan, dikendalikan oleh sistem kejahatan yang terorganisir dari China.”
Pasar ilegal ganja di AS mampu menghasilkan keuntungan sekitar $153 miliar bagi organisasi kriminal transnasional. Warga negara China yang terafiliasi dengan PKC berhasil mengambil alih dua peran penting dalam bisnis kriminal di AS, yakni pencucian uang dan produksi ganja.
[Josh Brecheen, Anggota Parlemen Partai Republik AS]:
“Awalnya sekelompok warga negara China yang terhubung dengan jaringan kriminal asing berhasil memasuki perkampungan Oklahoma melalui lintas perbatasan selatan. Mereka membawa beberapa pekerja yang diberi iming-iming pekerjaan di Amerika Serikat. Dalam waktu singkat, mereka berhasil membeli lahan yang selanjutnya menjadi lokasi perkebunan ganja ilegal berskala besar.”
Saat pemerintahan sebelumnya, diperkirakan ada sekitar 200.000 warga negara China yang masuk ke AS secara ilegal. Mereka berkomunikasi menggunakan WeChat, agar tidak terjerat otoritas AS, dan membentuk jaringan kriminal yang canggih.
[Christopher Urben, Anggota Parlemen AS, Direktur Pelaksana Nardello & Co]:
“Selaku pemasok utama bahan kimia dasar untuk produksi fentanil di Meksiko, organisasi ini menjadi pusat pencucian uang bagi kartel-kartel Meksiko, yang baru-baru ini ditetapkan sebagai Organisasi Teroris Asing , jaringan perdagangan manusia, operasi global yang menyuap pejabat pemerintah, jaringan perdagangan satwa liar, serta budidaya ganja dibawah naungan PKC.”
Jaringan kriminal terafiliasi PKC ini telah mengurangi biaya pencucian uang bagi kartel Meksiko dari 10% menjadi 2% dari laba.
Meski pemerintahan Trump dinilai berhasil menerapkan perlindungan perbatasan dan penegakan hukum, Demokrat menyalahkan presiden atas meningkatnya jaringan kriminal ini.
[Shri Thanedar, Anggota Komite Pengawas AS]:
“Okupansi Trump atas sejumlah kota besar di AS dianggap mengurangi kemampuan pemerintah federal untuk menangani kejahatan kompleks yang serius.”
Perlu dicatat bahwa pemerintahan Trump telah menetapkan kartel-kartel Meksiko sebagai organisasi teroris asing dan memberi wewenang bagi Departemen Perang AS beserta aset militernya untuk memerangi jaringan kriminal tersebut.
