Selanjutnya, provinsi Guangdong di China selatan sedang berjuang melawan wabah virus dari nyamuk yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, yaitu wabah Chikungunya.
Video media sosial menunjukkan langkah-langkah ketat era COVID diterapkan kembali di China. Banyak kompleks perumahan diblokir, dan warga mengalami pembatasan pergerakan.
Kota Jianmen tampaknya lebih buruk situasinya. Laporan resmi mendokumentasikan lebih dari 3.000 kasus virus baru dalam seminggu. Pihak berwenang mengeluarkan peringatan insiden kesehatan masyarakat tingkat tiga beberapa hari yang lalu. Banyak taman dan kompleks perumahan diisolasi.
Beberapa warga memposting secara daring menanyakan apa keefektifan karantina wilayah ketika virus tersebut tidak menular dari manusia ke manusia.
Guangdong adalah salah satu provinsi terpadat di China. Sekarang beberapa jalan telah dikosongkan oleh pihak berwenang karena mereka menyemprot nyamuk secara massal, untuk menciptakan ruang bebas nyamuk.
Rezim China juga menggunakan slogan-slogan yang identik dengan nol Covid lima tahun yang lalu. Ini berubah menjadi tindakan keras yang membatasi kebebasan bergerak rakyat China.
Chikungunya menyebar melalui gigitan nyamuk. Pasien biasanya menderita nyeri sendi dan otot atau demam selama berhari-hari.
