Fokus

Sanae Takaichi: Kritikus Keras Tiongkok Berpotensi Jadi PM Jepang Wanita Pertama

Seorang tokoh garis keras Tiongkok berpotensi menjadi perdana menteri Jepang berikutnya. Partai berkuasa di Jepang telah memilih seorang kritikus Tiongkok yang sangat konservatif dan blak-blakan sebagai pemimpin baru. Berikut selengkapnya.

Mantan Menteri Keamanan Ekonomi Sanae Takaichi mengalahkan saingan moderatnya dengan 185 suara berbanding 156. Kemenangan ini menjadikannya sebagai presiden partai perempuan pertama di Jepang, dan berpotensi tinggi menjadi perdana menteri perempuan pertama. Takaichi adalah pengagum mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher, dan adalah anak didik mendiang Shinzo Abe, yang dibunuh pada 2022.

Kemenangannya diharapkan dapat memperkuat basis nasionalis partainya, tetapi mungkin akan mempersulit diplomasi dengan Tiongkok dan Korea Selatan. Kemenlu Tiongkok bereaksi dengan hati-hati, menyebut hasil tersebut adalah “urusan internal Jepang”.

Setelah kemenangannya, Takaichi menyerukan persatuan dan pembaruan di dalam partainya, yang sempat diguncang skandal dan kemunduran elektoral.