Fokus

Kamar Dagang AS Desak Pemerintah AS Tegas Pada China

Gencatan tarif AS China akan berakhir pada 10 November, dan Washington berupaya keras mencapai kesepakatan baru dengan Beijing sebelum batas waktu. Di saat bersamaan, para pelaku usaha AS mulai mengubah pandangan dan meminta pemerintah bersikap tegas terhadap China.

Pesan yang disampaikan Kamar Dagang AS cukup jelas: Bersikaplah realistis dan tegas. Menurut Wall Street Journal, pelaku bisnis Amerika bukan ingin melakukan decouple dengan China. Sebaliknya, mereka menginginkan hubungan kerja yang adil dan berkesinambungan antara kedua belah pihak. Perubahan sikap ini muncul setelah 25 tahun berkecimpung langsung di pasar China.

Menanggapi permintaan pendapat dari Perwakilan Dagang AS soal kepatuhan China pada aturan perdagangan global, kamar dagang mengatakan Beijing telah berulangkali melanggar komitmen Organisasi Perdagangan Dunia, mengingkari janjinya untuk membuka pasar dan memperketat kendali. Beberapa masalah yang disoroti meliputi pemaksaan transfer teknologi, subsidi besar-besaran serta aturan-aturan yang samar yang kerap menyulitkan operasi bisnis asing.

Kamar Dagang juga menyoroti praktik yang dilakukan China yang bertujuan membatasi perusahaan-perusahaan Amerika untuk bersaing di sektor-sektor industri kunci di China, serangkaian kebijakan yang mereka sebut “hapus Amerika”.

Dalam usulan resminya kepada pemerintahan Trump, Kamar Dagang AS menguraikan tiga langkah utama: Mendesak China untuk mencabut tarif atas produk pertanian khususnya kedelai dan jagung; menciptakan ekspor yang stabil dan berkesinambungan atas rantai pasokan penting seperti tanah jarang dan mineral utama lainnya; serta menerapkan persaingan yang adil dan mencabut kebijakan  hapus America yang menghalangi perusahaan AS masuk ke ranah industri kunci.