Fokus

Menkeu AS Tegaskan Pertemuan Trump-Xi di Korsel Sesuai Rencana

Menyusul kemarahan Trump atas China terkait aturan baru ekspor tanah jarang, semua mata tertuju pada KTT APEC yang akan berlangsung dalam waktu dekat, dimana Trump dan Xi Jinping dijadwalkan akan menghadiri pertemuan bilateral pertama keduanya tahun ini. Namun, serangkaian kejanggalan memicu keraguan akankah pertemuan itu terwujud.

Korea Selatan akan menggelar KTT APEC akhir bulan ini. Pada hari Senin, Menlu Korea Selatan mengatakan bahwa Presiden Trump kemungkinan besar akan melewatkan beberapa event penting selama acara kenegaraan dan dikabarkan akan pulang lebih awal. Meski demikian, ia membenarkan akan ada pertemuan bilateral antara Trump dan Presiden Korea Selatan yang kemungkinan akan diadakan di kota yang sama. Sementara pertemuan bilateral antara AS dan China, serta China dan Korea Selatan juga akan diadakan di kota yang sama.

Hingga saat ini, Beijing belum mengonfirmasi rencana perjalanan presiden Xi Jinping ke Korea Selatan, meski media telah memberitakan rencana kunjungan Xi. Beredar spekulasi Xi Jinping kemungkinan tidak akan hadir. Beberapa minggu lalu, China membatalkan seluruh pesanan hotel di Seoul, yang rencananya akan digunakan oleh rombongan Xi. Pihak China tidak memberikan penjelasan sejauh ini,

Berbagai sumber orang dalam mensinyalir bahwa rezim PKC kemungkinan tengah mengalami perombakan besar. Seorang mantan pejabat PKC membocorkan bahwa Xi terserang stroke awal minggu lalu, namun NTD belum bisa memverifikasi kebenarannya. Xi sendiri memang muncul di stasiun TV pada hari Senin. Komentar Trump tentang “beberapa kejanggalan sedang terjadi di China” dan Xi “baru saja mengalami momen buruk” juga memperkuat spekulasi tentang kendali kekuasaan Xi.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent menyatakan bahwa Presiden Trump sesuai rencana akan bertemu dengan presiden Xi Jinping di Korea Selatan. Berikut pernyataan Bessent dalam wawancara dengan Fox News:

[Scott Bessent, Menteri Keuangan AS]:

“China, mereka telah mengambil langkah provokatif. Kami telah mendeeskalasi secara substansial. Presiden Trump mengatakan bahwa tarif tidak akan berlaku hingga 1 November. Beliau akan bertemu dengan pemimpin Xi di Korea. Saya yakin pertemuan itu akan tetap berjalan. Ini adalah China versus dunia. Mereka telah mengarahkan bazoka pada rantai pasokan dan basis industri di seluruh dunia. Dan, kami tidak akan membiarkannya. China ingin memerintah dan mengendalikan ekonomi. Mereka tidak akan melakukannya pada kami.”