Presiden Trump mengakui bahwa AS sudah berada di tengah perang dagang dengan China dengan meningkatnya ketegangan antara keduanya. Simak.
Wartawan:
“Jika tidak ada kesepakatan dalam pertemuan itu, apakah kita akan menghadapi perang dagang dengan China?”
[Donald Trump, Presiden AS]:
“Kita sedang berada disitu sekarang. Begini, kita punya tarif 100%. Jika kita tidak punya tarif, posisi kita akan menjadi bukan apa-apa.”
Presiden Trump mengenakan tarif tambahan 100% pada China Jumat lalu yang akan berlaku mulai 1 Novmeber, menaikkan batas dasar menjadi 130%. Langkah ini diambil setelah China memberlakukan aturan baru pembatasan ekspor tanah jarang yang krusial untuk pembuatan senjata dan mobil.
Rabu lalu, menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan bahwa dunia harus melakukan decouple jika China ingin menjadi mitra yang tidak bisa diandalkan.
[Scott Bessent, Menteri Keuangan AS]:
“Jika China ingin menjadi mitra yang tidak dapat diandalkan oleh dunia, maka dunia harus melakukan decouple.”
Bessent berkata bahwa decoupling bukanlah tujuan. Pemerintah lebih cenderung mengurangi risiko dan melakukan diversifikasi daripada memutus hubungan. Namun langkah terbaru China dalam membatasi tanah jarang dan teknologi yang menunjangnya membunyikan pesan yang tidak dapat diabaikan.
Saat ini sektor industri AS sudah merasakan dampaknya. Produsen mobil AS melaporkan kesulitan mendapatkan tanah jarang China. Sementara PKC memberikan alasan yang tidak jelas atas penundaan tersebut.
[Scott Bessent, Menteri Keuangan AS]:
“Ketika kami bertanya ke pihak China tentang penundaan ini, mereka berkata, ‘Oh, itu tertunda karena hari libur.’ Alasannya karena libur. Jadi, China tidak bisa dipercaya dalam rantai pasokan global.”
Bessent mengatakan pemerintah berencana mengambil alih kendali di sektor strategis untuk melawan pembatasan ekspor China dengan mengambil mayoritas kepemilikan saham di perusahaan-perusahaan kunci. Sektor yang sedang dipertimbangkan meliputi tanah jarang, semikonduktor, baja, dan farmasi.
Dia mengatakan AS juga membutuhkan cadangan strategis atas mineral penting, sama halnya dengan cadangan minyak bumi yang digunakan untuk kebutuhan darurat negara. Selain itu, pemerintahan bermaksud untuk menetapkan batas harga minimum di berbagai sektor industri guna mencegah perusahaan-perusahaan China yang disubsidi negara membanjiri pasar dengan produk-produk murah.
Bessent mengatakan pemerintah tidak akan mengambil alih kepemilikan saham di industri non strategis, dan harus dilakukan secermat mungkin agar tidak salah langkah. Pada hari Kamis, Kementerian Perdagangan China memberikan tanggapan dan menuduh AS memicu kepanikan atas kontrol tanah jarang mereka.
