Fokus

Hongkong Janjikan Reformasi Pasca Kebakaran Yang Menewaskan 156 Jiwa

Pemimpin Hong Kong berjanji akan mereformasi dan membentuk tim investigasi independen setelah kebakaran hebat yang menewaskan sedikitnya 156 orang. 30 orang masih dalam pencarian. Otoritas berwajib telah menangkap tersangka tindak pembunuhan dan korupsi sementara penyelidikan atas kebakaran mematikan tersebut terus berlanjut. Tuntutan warga akan transparansi semakin intens.

Pasca kebakaran mematikan, Kepala eksekutif Hong Kong John Lee mengumumkan pada Selasa rencana pembentukan komite independen untuk menyelidiki tragedi tersebut.

Polisi telah menangkap 15 orang atas dugaan pembunuhan, sementara 12 lain ditahan atas dugaan korupsi. Otoritas menemukan bukti pekerjaan renovasi yang menggunakan jaring plastik dan busa isolasi di bawah standar. Material itu diduga memicu kobaran api yang melalap tujuh menara pencakar langit.

Selain amarah publik, kelompok advokasi menuntut transparansi dan akuntabilitas yang jelas setelah Beijing dan Hongkong mengancam akan menghukum mereka yang berupaya mempolitisasi peristiwa tersebut.

Ketika ditanya soal penahanan seorang pelajar dari salah satu kelompok serta dua orang yang tengah diselidiki atas dugaan menghasut. Lee berkata dirinya tidak akan menoleransi kejahatan apa pun, terutama yang memanfaatkan tragedi yang baru terjadi.

Lee tidak menyebutkan kasus spesifik.

Ribuan orang berkumpul untuk mengenang para korban termasuk sembilan TKW dari Indonesia dan satu dari Filipina. Perayaan nyala lilin rencananya akan digelar minggu ini di Tokyo, Taipei, dan London.