Fokus

Pesawat Pengebom China dan Rusia Terbang Dekat Okinawa Jepang

China menunjukkan kekuatan militernya pada Jepang. Lebih dari 10 pesawat pembom dan pesawat tempur China dan Rusia terbang di dekat pulau-pulau selatan Jepang pada hari Selasa. Pesawat pembom Rusia dilaporkan mampu membawa senjata nuklir, sementara pesawat China dapat membawa rudal.

Baik Jepang maupun Korea Selatan mengerahkan jet tempur untuk memantau ancaman ini, yang juga memasuki zona pertahanan udara terbatas Korea Selatan. China dan Rusia telah melakukan penerbangan bersama di dekat Jepang setiap tahun selama 3 tahun terakhir, namun kali ini beberapa pesawat terbang lebih dekat setelah melewati selatan Okinawa. Latihan itu berlangsung selama 8 jam.

Jepang menyebut patroli bersama itu sebagai kekhawatiran serius bagi keamanan nasional.

[Minoru Kihara, Jubir Pemerintahan Jepang]:

“Penerbangan pembom bersama yang berulang kali dilakukan oleh kedua negara menandakan perluasan dan intensifikasi aktivitas di sekitar negara kita. Kita tidak bisa tidak memandangnya sebagai unjuk kekuatan pada Jepang.”

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah sebuah pesawat tempur China mengunci radarnya pada jet-jet Jepang. Ini adalah langkah provokatif, karena ini biasa dilakukan tepat sebelum meluncurkan senjata.

[Shinjiro Koizumi, Menteri Pertahanan Jepang]:

“Pihak China melakukan penguncian radar secara berkala selama kurang lebih 30 menit. Kami akan terus menuntut dengan tegas agar pihak China mencegah terulangnya tindakan berbahaya seperti itu.”

Kementerian Luar Negeri China mengatakan Jepang membuat tuduhan palsu. AS pada hari Selasa mengkritik tindakan China untuk pertama kalinya. Seorang jubir Departemen Luar Negeri AS berkata tindakan China tidak kondusif bagi perdamaian dan stabilitas regional, dan AS akan tetap berkomitmen teguh pada sekutunya Jepang.

Ketegangan yang meningkat terjadi setelah Perdana Menteri Jepang menegaskan dukungannya untuk Taiwan bulan lalu.

Ia memperingatkan bahwa serangan China pada Taiwan dapat memicu potensi respons militer dari Tokyo. Sebagai tanggapan, seorang diplomat China membuat komentar yang mengancam Perdana Menteri Jepang di media sosial. China juga melarang ekspor makanan laut Jepang dan membatalkan 40% penerbangan ke Jepang untuk bulan Desember. Sementara itu, Jepang mengusir dua kapal Penjaga Pantai China di perairan sekitar Kepulauan Senkaku. Wilayah sengketa berjarak lebih dari 100 mil dari Taiwan.