Negara dengan ekonomi terbesar kedua dunia sedang berupaya mendorong pengeluaran domestik. Menurut pemberitaan media negara pada Selasa, China akan mengalokasikan hampir 9 miliar dolar AS untuk subsidi program tukar tambah barang konsumsi tahun depan. Langkah ini bertujuan mendongkrak konsumsi dan ekonomi di tengah ketegangan dagang dengan Amerika Serikat.
Pemerintah China berencana menerbitkan obligasi senilai 8,9 miliar dolar AS untuk mendanai tahap awal subsidi. Program yang berjalan sejak pertengahan 2024 telah diterapkan untuk pembelian mobil dan peralatan rumah tangga. Tahun ini, anggaran pemerintah untuk total dana program tukar tambah mencapai 42 miliar dolar AS, meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya.
Program ini berencana untuk menyertakan produk digital pintar dan perlengkapan rumah tangga seperti TV dan lemari es. Pemerintah menargetkan tujuan jangka panjang yakni peningkatan konsumsi rumah tangga yang saat ini menyumbang 40% PDB guna mengatasi deflasi dan sektor property yang terpuruk.
