Budi Pekerti

Pelajaran dalam Kebaikan

Ada seorang penulis Tionghoa terkenal, Yu Qiuyu, yang berbagi salah satu pengalaman pribadinya:

Saat bepergian di Jerman, ia hendak menyewa rumah. Saat dia siap menandatangani kontrak jangka panjang, pemilik mengatakan: “Ini pertama kalinya anda berkunjung ke sini dan anda tidak yakin apakah anda menyukainya, jadi mari kita tandatangani kontrak sementara. Setelah anda tinggal di rumah ini selama beberapa hari, jika anda puas, kita bisa menandatangani kontrak jangka panjang”.

Jadi Yu Qiuyu tinggal di rumah tersebut selama seminggu. Dia puas dengan tempat itu dan menelepon pria tua itu untuk membahas kontrak jangka panjang. Tiba-tiba, dia menyenggol gelas kaca dan hancur berkeping-keping ketika menyentuh tanah. Yu Qiuyu kemudian meminta maaf: “Maaf! Saya memecahkan gelas Anda”. Pria tua itu dengan lembut berkata,”Jangan khawatir! Anda tidak melakukannya dengan sengaja”.

Setelah Yu Qiuyu menutup telepon, ia membersihkan serpihan kaca, membuangnya ke tempat sampah dengan sampah lainnya, dan meninggalkan tempat sampah di luar. Setelah beberapa saat, pria tua itu datang dan melihat kantong sampah dengan potongan kaca di dalamnya. Tanpa diduga, ia dengan serius mengatakan kepada Yu Qiuyu: “Anda bisa pindah besok, saya tidak akan menyewakan rumah untuk anda”.

Yu Qiuyu terkejut dan berkata: “Apakah karena saya memecahkan kaca?” Pria tua itu menggelengkan kepalanya dan menjawab: “Tidak, itu karena kamu tidak memikirkan orang lain”.

Pria tua itu memilah-milah sampah di dalam tempat sampah, memisahkan potongan-potongan kaca, dibungkusnya dengan kertas koran, diikat dengan karet, dimasukkan lagi ke dalam kantung plastik dan ditulis diluarnya: Pecahan kaca didalam. Bahaya!”

Pria tua itu memberi pelajaran kepadanya: Seseorang harus selalu memiliki kebiasaan untuk memikirkan orang lain. Jangan sampai siapapun terluka karena pecahan kaca tersebut, termasuk bapak tukang sampah yang setiap hari membersihkan sampah di luar, atau pemulung yang menyortir di tempat daur ulang TPS. Sikap memikirkan orang lain adalah ekspresi kebaikan dan ciri khas orang yang berprinsip.

Dalam buku How to Win Friends and Influence People, Dale Carnegie menulis: “Adalah individu yang cuek (tidak peduli) pada sesamanya yang memiliki kesulitan terbesar dalam hidup dan memberikan masalah terbesar pada orang lain”.

Di dunia ini, jika kita semua memiliki kebiasaan untuk memikirkan orang lain terlebih dahulu dan mempertahankan kebaikan hati kita dengan penuh perhatian, dunia akan menjadi tempat yang lebih baik. (visiontimes/bud/ch)