Fokus

Pembersihan Militer PKC Ragukan Rencana Beijing Invasi Taiwan

Pembersihan skala besar di jajaran militer tertinggi PKC menimbulkan keraguan akan kemampuan Beijing menyerang Taiwan. Lebih dari seratus perwira militer senior PKC telah dicopot atau menghilang dalam empat tahun terakhir ditengah ambisi Xi Jinping mempertahankan kekuasaannya. Pembersihan itu mencakup lebih dari separuh posisi kepemimpinan puncak di militer China, termasuk di jajaran level tertinggi. Laporan terbaru ini dirilis oleh Center for Strategic and International Studies.

Perebutan kekuasaan ini tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Kamis kemarin, China Kembali mencopot sembilan pejabat militer senior dari badan legislatif, dengan lima di antaranya telah menghilang. Pembersihan ini melumpuhkan puncak militer China. Dari enam jenderal di lembaga pengambil keputusan tertinggi, kini hanya satu yang tersisa mendampingi Xi Jinping.

Hal ini memicu keraguan apakah Beijing mampu menginvasi Taiwan dalam waktu dekat. Operasi tersebut akan sangat rumit, terutama jika Amerika Serikat dan Jepang turun tangan membantu Taiwan. Selain itu, mencari pengganti yang kompeten menjadi tantangan karena minimnya pejabat yang memiliki pengalaman tempur.

Namun, laporan itu menulis bahwa militer China masih mampu melakukan operasi yang lebih sederhana, seperti blokade. Disamping itu, para calon penggantinya mungkin takut melaporkan hal buruk diakibatkan khawatir akan bernasib sama dengan pendahulu mereka. Hal ini bisa membuat Xi menilai kemampuan militernya secara berlebihan.