Fokus

Trump Akan Kunjungi China Mei Mendatang

Sementara Gedung Putih telah mengumumkan rencana kunjungan Presiden Trump ke China pada 14-15 Mei, Beijing belum merilis konfirmasi resmi. Pemerintah AS tengah berupaya membagi fokus antara misi diplomatik dan operasi militer di Iran. Sementara Taiwan menyatakan kunjungan Trump tidak berpengaruh pada jadwal penjualan senjata AS ke wilayahnya.

Rabu lalu, Trump menulis di Truth Social bahwa ia akan mengunjungi China pada 14 Mei dan mengumumkan bahwa ia dan Melania Trump akan menjamu pemimpin China Xi Jinping beserta istrinya Peng Liyuan di Washington akhir tahun ini. Trump menyebut pertemuan mendatang dengan Xi adalah “momen bersejarah.” Kunjungan yang mulanya dijadwalkan akhir Maret, tertunda akibat perang di Iran.

[Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih]:

“Diskusi telah dilakukan terkait penjadwalan ulang pertemuan antara presiden dan Presiden Xi. Presiden Xi memaklumi bahwa sangat penting bagi presiden untuk berada di AS selama operasi tempur ini berlangsung. Beliau paham sepenuhnya urgensi penundaan dan menerima dengan baik sehingga saat ini kami telah memperbarui jadwal kunjungan resmi.”

Sementara pada Kamis, jubir kementerian luar negeri China mengonfirmasi bahwa kedua pihak sedang berkomunikasi soal kunjungan tersebut, namun tidak memberikan tanggal resminya. Ia mencatat bahwa diplomasi kepala negara memainkan peran yang tak tergantikan dalam menuntun hubungan China-AS.

Di samping itu Menteri luar negri dan mentri pertahanan China menyerukan dilakukannya gencatan senjata segera, dimana AS yang tengah dalam tahap negosiasi dengan Teheran, namun terus menyerang target militer Iran. Dalam rapat kabinet hari Kamis, Trump menyampaikan pemikiran terbarunya mengenai potensi kesepakatan dengan Iran.

[Donald Trump, Presiden AS]:

“Saya katakan mereka adalah petarung yang buruk, tetapi mereka adalah negosiator yang hebat. Mereka memohon agar segera ada kesepakatan. Saya tidak tahu apakah kita bisa atau apa kita bersedia melakukannya.”

Di hari yang sama, Trump menulis di Truth Social bahwa pembicaraan berjalan sangat baik, dan ia akan menunda rencana penghancuran pusat energi Iran selama 10 hari. Mengenai peluang berakhirnya konflik sebelum pertemuan Trump-Xi, telah disampaikan sebelumnya oleh Sekretaris Gedung Putih Karoline Leavitt. Menurutnya, Presiden memperkirakan operasi militer akan tuntas dalam 4 hingga 6 minggu. Dengan estimasi itu, konflik diharapkan selesai sekitar 10 April, jauh sebelum pertemuan puncak di Beijing.

Beralih ke Taiwan, Menham Taiwan menyampaikan kekhawatiran apakah kunjungan Trump ke Beijing akan menunda penjualan senjata AS ke Taiwan. Ia mengatakan bahwa Taiwan telah menerima surat jaminan dari Washington dan belum menerima pemberitahuan apapun terkait penundaan.

Jika kunjungan pada Mei terlaksana, itu merupakan pertemuan tatap muka kedua Trump dan Xi selama masa jabatan keduanya, setelah pertemuan terakhir di KTT APEC Korea Selatan pada Oktober lalu.