Di Asia, masa depan Taiwan kembali menjadi sorotan. China komunis kembali menggunakan pendekatan iming-iming serta ancaman, berusaha mencaplok pulau itu tanpa melepaskan satu tembakan pun. Jadi, bagaimana informasi terbarunya? Mari kita simak.
Beberapa perkembangan penting seputar Taiwan baru-baru ini.
Pertama, untuk mengekang arus keluar teknologi, pemerintah Taiwan mengumumkan hari Senin bahwa mereka sedang menyelidiki 11 perusahaan China atas tuduhan merekrut talenta teknologi tinggi Taiwan tanpa izin. Taiwan mengatakan mereka menggunakan perusahaan cangkang atau kantor yang tidak sah, dengan bisnis meliputi manufaktur elektronik, semikonduktor, dan cetakan papan sirkuit.
Taipei mencatat operasi China ini meningkat setelah Washington membatasi ekspor chip kelas atas ke China. Lebih dari 90% semikonduktor tercanggih di dunia diproduksi di Taiwan.
Ini salah satu alasan mengapa Taiwan sangat penting bagi Washington dan sekutunya, yang juga termasuk Jepang. Pada hari Senin, China menjatuhkan sanksi kepada anggota parlemen Jepang Keiji Furuya yang baru-baru ini mengunjungi Taiwan dan bertemu presiden Lai Ching-te. Beijing menuduh Furuya berpihak pada mereka yang mendukung kemerdekaan Taiwan. Furuya juga adalah sekutu dekat Perdana Menteri Sanae Takaichi.
Takaichi telah menyatakan bahwa Jepang dapat mengirim pasukan untuk membela Taiwan jika terjadi invasi China. Ia berpendapat skenario seperti itu akan menimbulkan ancaman bagi Jepang, karena jalur Taiwan adalah jalur air utama yang membentuk Jepang.
Sementara itu, pemimpin rezim China Xi Jinping mengundang pemimpin oposisi Taiwan Cheng Li-wun untuk berkunjung, dan ia menerimanya. Kunjungan diperkirakan akan berlangsung menjelang kunjungan Presiden Trump ke China di bulan Mei. Hubungan Cheng dengan Beijing menuai beragam reaksi di dalam negeri. Para kritikus mengatakan hubungan dekatnya dengan PKT dapat merusak hubungan AS dengan Taiwan.
Sementara Beijing mendekati politisi Taiwan, delgasi AS dari kedua partai tiba di Taiwan Senin pagi, menandakan komitmen Washington terhadap pulau tersebut. Senator AS juga mendesak legislatif Taiwan untuk mengesahkan proposal anggaran pertahanan tambahan sebesar 40 miliar dolar.
