Sebuah langkah tegas China menghapus 1 miliar dolar dalam sehari. Otoritas tengah berupaya menutup celah aliran modal keluar dan mempersulit warganya membeli saham luar termasuk AS.
Bloomberg melaporkan sejumlah investor China bergegas menjual saham luar negeri mereka, sehubungan langkah China menindak para broker ilegal yang membantu warga China membeli saham di luar negeri, termasuk di AS. Otoritas China menyatakan perusahaan-perusahaan itu beroperasi di China tanpa izin resmi.
Sanksi ini menjadi langkah paling agresif Beijing dalam membatasi akses warganya ke bursa asing. Pengetatan aturan atas kendali arus modal keluar membuat para investor China beralih ke broker online demi menyiasati aturan untuk membeli saham AS, yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi dibanding pasar domestik. Namun, hal ini memicu pelarian modal keluar negeri, sesuatu yang bukan diharapkan pemerintah China.
Sebanyak tiga perusahaan broker dikenakan sanksi denda senilai lebih dari 300 juta dolar. Otoritas juga menyita apa yang mereka sebut sebagai keuntungan ilegal.
Salah satu CEO perusahaan itu mendapati kekayaannya merosot lebih dari satu miliar dolar dalam sehari menyusul pengumuman tersebut.
Pihak perusahaan menyatakan akan mematuhi persyaratan regulasi. Investor domestik masih dapat berinvestasi di luar melalui jalur hukum dengan pembatasan ketat, dan hanya terbatas pada saham-saham yang terdaftar di bursa saham Hong Kong.
