Beberapa media melaporkan Antropic mengirim surat ke anggota parlemen AS dan pejabat Gedung Putih pada hari Kamis, menuduh operator terkait Qwen AI Lab milik Alibaba menggunakan hampir 25.000 akun palsu untuk mengakses Claude antara bulan April dan Juni.
Akun-akun disebut berinteraksi dengan chatbot Claude hampir 29 juta kali demi meniru beberapa kemampuan canggihnya. Menurut surat, hal ini bertujuan membantu Alibaba mengembangkan model AI miliknya dengan teknik yang disebut distilasi.
Secara sederhana, teknik ini menggunakan jawaban dari satu chatbot untuk melatih chatbot lainnya, sehingga mengurangi biaya pengembangan.
Antropic sebelumnya telah memperingatkan bahwa berbagai perusahaan China seperti Deep Seek telah menggunakan teknik serupa dalam skala industri untuk mengembangkan model pesaing dengan biaya lebih rendah, dan dapat merusak kepemimpinan AS di bidang AI.
Anthropic kini mendesak Washington memperketat pembatasan terhadap distilasi AI dan meningkatkan sanksi bagi perusahaan yang dituduh mengeksploitasi teknologi AI AS.
Alibaba belum menanggapi tuduhan tersebut secara terbuka.
