Budi Pekerti

Menghindari Nasib Buruk

©freepik

Ada seorang pengusaha di Provinsi Anhui, Tiongkok. Pada satu kesempatan, ia pergi menemui peramal nasib dan diberitahu bahwa ia akan menghadapi bencana di bulan Oktober tahun itu sehingga ia harus menanggungnya, karena tidak ada cara untuk menghindarinya. Pria itu mempercayai sang peramal, karena dia mengenalnya dengan baik dan percaya pada kata-katanya. Pria itu memutuskan untuk mengumpulkan semua uangnya kembali dari perdagangan di Suzhou; uang ini untuk kebutuhan berjaga-jaga sebelum kemalangan yang diperkirakan tiba.

Ketika semua urusannya selesai, pria itu pergi beristirahat di sebuah penginapan. Di malam hari, dia berjalan-jalan di sepanjang tepi sungai dan tiba-tiba dia melihat seorang wanita melompat dari jembatan langsung ke dalam air. Seketika itu juga, dia mengeluarkan uang perak dan memerintahkan seorang nelayan di dekatnya untuk menyelamatkan perempuan itu. Setelah nelayan menyelamatkan wanita itu dan membawanya kembali ke tepian, pria itu bertanya kepadanya mengapa dia melakukan hal seperti itu.

Wanita itu mengatakan kepadanya bahwa keluarganya memelihara babi untuk membayar kontrak rumah mereka dan suaminya hanya bekerja sebagai pelayan. Dia menjual babi mereka sehari sebelumnya, tetapi uang yang diterimanya palsu. Kalut dan takut dimarahi oleh suaminya, dan dia juga tidak tahan dengan cara suaminya memperlakukannya selama ini, ditambah hidup yang dihimpit kemiskinan dan hutang, ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Pengusaha itu merasa kasihan padanya. Dia segera mengambil uang yang dia miliki dan memberi wanita itu dua kali jumlah yang dia butuhkan. Wanita itu pulang ke rumah dan memberi tahu suaminya tentang hal itu. Setelah mendengar ceritanya, suaminya tidak hanya tidak mempercayainya, tetapi juga mencurigai adanya perzinaan dengan sang pengusaha. Dia membawa istrinya ke penginapan tempat pengusaha itu tinggal dan ingin bertanya mengapa dia memberikan uang itu kepada istrinya. Kenapa dia memberinya begitu banyak uang?

Pengusaha itu sudah di tempat tidur. Suami si wanita itu menyuruh istrinya yang mengetuk pintu penginapan. Wanita itu dengan perlahan mengetuk pintu, dan berkata: “Saya adalah wanita yang melompat ke sungai malam ini. Saya datang untuk mengucapkan terima kasih”.

Mendengar kata-kata ini, pria itu berbicara dengan tegas,”Anda adalah istri seseorang dan saya adalah seorang pengusaha keliling yang tinggal sendirian. Maaf, tapi kita bisa bertemu di malam hari seperti ini.”

Suaminya merasa lega dan segera berkata: “Kami Suami-Istri datang mengucapkan terima kasih”. Menyadari itu adalah suaminya, pengusaha itu bangkit dan keluar dari kamar untuk menyambut mereka.

Tepat ketika pengusaha itu membuka pintu, terjadi tanah longsor dan dinding di belakangnya tiba-tiba runtuh ke tempat tidur dimana dia baru saja berbaring. Dia beruntung tidak menderita cedera apa pun sebagai akibatnya.

Setelah kembali ke Anhui, pengusaha itu menemui sang peramal nasib. Peramal itu mahir ilmu firasat, yang merupakan keterampilan membaca karakter seseorang dari wajah. Dia terkejut melihat perubahan di wajah pengusaha itu. Dia berseru: “Anda memiliki garis yinzhi di wajah anda, yang hanya datang ketika orang telah melakukan tindakan amal. Anda pasti telah menyelamatkan nyawa seseorang baru-baru ini. Berkat besar akan datang kepadamu”.

Pengusaha itu menikah dan kemudian memiliki beberapa putra dan hidup sampai ia berusia 96 tahun dalam keadaan sehat. Nasibnya berubah karena ia mengumpulkan kebajikan besar dengan memberikan uang untuk membantu orang yang membutuhkan, menyelamatkan hidup tanpa meminta imbalan. Hidupnya benar-benar berubah. Dia berakhir dengan keluarga besar yang bahagia, termasuk putra dan cucu. (visiontimes/bud/chr)