Di Tiongkok Timur di negara bagian Lu, ada seorang perwira tinggi bernama Meng Sun. Suatu hari, Meng Sun membawa rombongannya ke gunung untuk pergi berburu, dan staf rumah tangganya, Qin Xiba juga ikut. Selama perjalanan berburu, Meng Sun menangkap seekor anak rusa yang indah hidup-hidup. Dia sangat bahagia. Meng Sun memerintahkan Qin Xiba untuk membawa pulang rusa cantik itu sehingga ia bisa memeliharanya sebagai hewan peliharaan.
Dalam perjalanan pulang, Qin Xiba memperhatikan bahwa ada rusa besar mengikutinya, dan terus memanggil. Ketika rusa besar itu memanggil, rusa kecil itu akan menjawab dengan tangisan yang menyedihkan. Qin Xiba menyadari bahwa mereka adalah ibu dan anak, dan timbul rasa belas kasihnya, jadi dia melepaskan anak rusa itu. Induk rusa bergegas menjemput anaknya, menjilat wajahnya, dan bersama-sama kedua rusa melarikan diri ke hutan dan menghilang.
Ketika Meng Sun kembali ke rumah, dia mencari anak rusanya. Qin Xiba menjawab: “Saya mengembalikan anak rusa itu kepada induk rusa yang terus menerus mengikuti kami sambil menangis”. Meng Sun sangat marah karena kehilangan rusa itu dan dalam luapan emosinya, ia mengusir Qin Xiba.
Setelah tiga bulan kemudian, Meng Sun mulai mencari seorang guru untuk putranya. Banyak orang datang ke Meng Sun untuk merekomendasikan guru. Satu demi satu, Meng Sun mendiskualifikasi mereka. Dia merasa ada sesuatu yang hilang. Tepat ketika Meng Sun menjadi depresi karena masalah ini, dia tiba-tiba teringat bahwa tiga bulan yang lalu dia mengusir Qin Xiba. Ia menjadi sangat malu dan menyesal. Hatinya tiba-tiba terbuka dan dia meminta orang untuk mencari Qin Xiba dan menjadikannya guru putranya.
Pengawalnya tidak mengerti pemikiran Meng Sun dan bertanya: “Qin Xiba melepaskan anak rusamu tanpa persetujuanmu. Namun sekarang Anda telah memintanya untuk menjadi guru putra Anda, dan saya tidak paham”.
Meng Sun tersenyum dan berkata: “Qin Xiba memiliki hati yang baik. Dia bahkan memiliki belas kasihan untuk anak rusa, jadi dia tidak mungkin menyakiti anakku”. (visiontimes/bud)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
