Budi Pekerti

Gadis Membelikan Makanan bagi Polantas yang Kelelahan

Dari menempatkan diri pada situasi orang lain hingga bertindak berdasarkan pemikiran seperti itu, kita sebagai individu dapat membuat perubahan positif — bahkan jika itu tampak kecil, namun signifikan — positif bagi hari orang lain, atau bahkan kehidupan orang lain!

Hari itu amat panas di luar ketika Lilibeth Gallo, yang duduk di dalam sebuah restoran ber-AC, melihat seorang petugas lalu lintas usia 50-an atau 60-an, tengah bekerja di luar.

Pria itu pasti kelelahan, karena dia harus istirahat dengan duduk di tepi selokan.

Melihat ini, “Saya tidak bisa menahan air mata,” Gallo, seorang gadis model lepas di Quezon City, Filipina, menuliskan pengalamannya dalam bahasa Tagalog di Facebook.

Dia menebak pria itu kemungkinan tengah kehausan dan bertanya-tanya apakah dia bahkan sudah sarapan.

Panasnya pasti terlalu menyengat, karena tak lama kemudian, petugas lalu lintas, yang mengenakan rompi Departemen Keamanan dan Ketertiban Umum (DPOS), berjalan untuk berteduh – ke arah restoran cepat saji di mana Gallo tengah berada. Peduli terhadap kondisinya, Gallo berpikir setidaknya dia bisa membelikannya makanan.

Tanpa ragu-ragu, atau menunggu lebih lama, Gallo pun memesan makanan dan minuman untuk petugas itu.

Ketika pesanan sudah siap, dia menghampiri pria tua itu.

“Ini untuk anda,” kata Gallo kepada pria itu, sambil meletakkan makanan di depannya. “Ayo sarapan.”

“Tapi saya tidak memesan apa pun,” jawab pria itu. “Saya tidak punya uang.”

“Tidak masalah. Saya membelikannya untuk Bapak,” jawab Gallo. “Saya harap Bapak suka,” tambahnya, sambil menatap ke makanan.

Sebelum Gallo kembali ke tempat duduknya untuk menghabiskan makanannya sendiri, dia memerhatikan bahwa petugas itu sangat tersentuh.

Dia tiba-tiba tersenyum dan matanya berkaca-kaca. Dia kemudian mulai membuka makanan yang telah diberikan padanya. Bergegas makan, dia tampaknya cukup lapar.

Ketika tiba waktunya bagi Gallo untuk pergi, pria yang sangat bersyukur itu tersenyum dan melambaikan tangan padanya.

Gallo berbagi kisah tersebut di akun Facebook-nya bahwa pria itu bisa saja ayahnya sendiri. Dia tentu saja tidak ingin ayahnya, atau orang lain seusia itu kelaparan, terutama saat bekerja seperti itu, di luar di tengah terik matahari.

Tidak diragukan lagi bahwa rasa bersyukur akan tetap bersama pria itu. Jika dia memberi tahu keluarganya apa yang terjadi padanya hari itu, mereka juga akan sangat berterima kasih atas kemurahan hati gadis muda itu.

Simpati dan rasa hormat yang gadis itu tunjukkan padanya adalah kebaikan yang tulus, dan insiden itu dipuji oleh banyak netizen.

Perbuatan Baik Lainnya

Hal serupa terjadi pada waktu yang hampir bersamaan di Filipina. Kali ini perbuatan baik datang dari seorang anggota kru yang tidak membiarkan kesibukannya menghentikannya untuk membantu lansia.

Bukannya mengabaikan pria lansia itu, kru restoran malah keluar dari rutinitas pekerjaannya untuk membantunya. Insiden itu tertangkap kamera, kemudian tersebar di media sosial, yang dengan cepat menjadi viral.

Ceritanya, suatu hari, seorang pria lansia memasuki restoran cepat saji, tampak bingung, menurut Pilipino Scoop. Pria itu tampak sakit-sakitan dan kemungkinan besar cacat, menurut netizen yang melihat kejadian tersebut.

Bahkan sebelum pria tua itu menemukan tempat duduk, seorang anggota kru restoran segera mendekatinya. Dia menyapa pria lansia itu seperti layaknya teman lama, membawakan tas-tas beratnya, dan memastikan pria tua itu mendapat tempat duduk.

Pada saat itu, beberapa pelanggan mulai memerhatikan lansia cacat itu. Ketertarikan mereka bertambah ketika mereka melihat kru restoran cepat saji mendekatinya sambil membawakan makanan dan kemudian mulai menyuapinya.

Meskipun berada di tengah-tengah kesibukan pekerjaannya, kru ini menemukan waktu untuk keluar dari rutinitas pekerjaannya untuk memberi bantuan kepada pelanggan cacat ini.

Itu adalah pengingat yang baik bagi kita semua, betapa pun sibuknya kita, selalu luangkan sejenak waktu untuk membantu mereka yang membutuhkan. (ET/kar)