Seorang sarjana terpelajar sedang bepergian dengan kapal pesiar. Ketika dia berkeliling, dia melihat seorang pelayan sedang mencuci piring. Dia menghampirinya.
Sarjana itu ingin memamerkan betapa terpelajarnya dia, jadi dia mulai mengajak pelayan itu bicara. Melihat bahwa pelayan itu tidak begitu tertarik untuk berbicara dengannya, dia berkata:
“Mari main tebak-tebakan saja? Jika saya kalah, saya beri 10 Dolar, jika Anda kalah, cukup beri saya 5 Dolar.”
Pelayan itu ragu-ragu, namun setelah sarjana itu bersikeras, akhirnya dia setuju. Sarjana tersebut sangat senang, berpikir bahwa dia punya kesempatan memamerkan kecerdasannya.
“Baiklah, silahkan mulai lebih dulu,” kata si sarjana.
Si pelayan berpikir sebentar, lalu bertanya:
“Apa yang beratnya 1 ton di laut, tapi hanya 10 kg di atas kapal?”
Sarjana itu berpikir dan berpikir sampai kelelahan namun tidak juga menemukan jawaban, jadi dia memberi pelayan itu uang 10 Dolar, lalu bertanya: “Apa jawabannya?”
“Saya anggap ini pertanyaan Anda, dan jawaban saya adalah: Tidak tahu!” Kata si pelayan sambil mengembalikan uang 5 Dolar kepadanya.
Lalu dia berkata lagi: “Mudah sekali ya, saya dapat 5 Dolar.”
Si sarjana mulai merasa malu karena dia tidak mengira akan seperti itu, dia berpikir: “Jika terus begini, saya akan kehilangan 5 Dolar di setiap ronde.”
Mentalitas pamernya mendorongnya ke dalam situasi yang serba salah!
Seperti si sarjana, banyak orang berpikir bahwa mereka berpendidikan, berpengetahuan dan lebih pintar dari orang lain. Mereka memandang rendah orang lain. Namun mereka tidak tahu bahwa setiap orang punya kelebihannya masing-masing.
Rendah hati dan lakukan tugas dengan baik, maka Anda akan mendapatkan penghormatan! (an)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
