Budi Pekerti

PODCAST Kisah Tuan Tanah dan Bocah yang Hilang

Di suatu negara yang baru dilanda peperangan, hiduplah seorang tuan tanah. Tuan tanah ini terpisah dari putranya yang masih kecil dalam peperangan. Dengan hati hancur, ia bertekad untuk memiliki keturunan lagi agar memiliki seorang ahli waris.

PODCAST

Ia pun meminta bantuan temannya agar dicarikan wanita yang bisa dijadikan istri. Temannya pun mencarikan seorang wanita, dengan imbalan sejumlah besar uang.

Ternyata sesampainya wanita muda itu di rumahnya, tangisan sang wanita pecah. Tuan tanah ini pun bertanya dengan hati-hati.

“Ada apa? Kenapa kamu menangis?”

“Oh tuan tanah yang baik! Keluarga saya miskin, hampir setiap hari kami kelaparan akibat perang. Suami saya bahkan telah mencoba untuk bunuh diri. Saya tidak tega, sehingga saya menjual diri saya agar bisa mendapatkan sejumlah uang untuk hidup!”

Tuan tanah diam mendengarkan. Ia sangat mengerti kesedihan si wanita muda, karena ia juga telah dilanda kesedihan yang teramat dalam saat putranya hilang.

Malam itu, ia membiarkan si wanita muda tidur di tempat tidurnya, sementara ia duduk termenung di luar ruangan hingga subuh.

Pagi berikutnya, tuan tanah pun mengantarkan sang wanita muda ini kembali ke suaminya, bahkan memberikan sekantong koin emas, agar mereka dapat memulai kembali usahanya. Pasangan ini terharu hingga menangis. Mereka membungkukkan tubuh saat tuan tanah pergi.

Pasangan yang merasa sangat berutang budi ini pun berniat hendak mencarikan tuan tanah seorang gadis muda untuk dijadikan istri. Mereka berkeliling kota, mencari gadis muda yang cocok, namun tidak kunjung menemukan. Dari satu kota ke kota lain, mereka akhirnya kelelahan, dan memutuskan untuk beristirahat. Tepat saat itu, sang suami mendengar seseorang berkata,

“Pak! Hey Pak! Saya menjual pelayan, apakah Anda tertarik?”

Sang suami melihat lawan bicaranya. Seorang pria mendorong maju seorang bocah yang kelihatannya lusuh.

“Saya menjual bocah ini, jika Anda mau, untuk dijadikan pelayan! Harganya 20 koin emas.”

Sang suami menatap istrinya, dan mereka pun berunding. Tidak ada salahnya memberikan seorang bocah pelayan pada si tuan tanah yang baik hati itu. Akhirnya mereka setuju untuk membeli si bocah, dan membawanya kembali ke kota mereka.

Saat akan tiba di rumah tuan tanah bersama bocah pelayan, dari kejauhan, terlihat tuan tanah berlari sangat kencang ke arah mereka sambil berteriak.

“Oh, anakku! Oh putra kecilku! Kamu ada disini? Bagaimana bisa…?!”

Pasangan suami istri tersebut ternganga. Mereka tidak mengerti apa yang terjadi, sampai akhirnya, tuan tanah puas memeluk sang bocah, dan menjelaskan bahwa bocah itu adalah putranya yang hilang saat perang pecah. 

Manusia yang berakhlak memiliki kesantunan dan kemampuan untuk mengendalikan diri. Dengan berhasil membawa diri, manusia akan mendapatkan balasan yang setimpal dari langit. Apa yang memang merupakan milik Anda, tidak akan pergi kemana-mana, asalkan Anda dapat mematut diri dengan baik.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.