Saya dan putri saya pergi ke sebuah restoran Prancis, dan seorang gadis muda melayani kami.
PODCAST
Ketika dia membawakan makanan kami, mangkuk sup yang dibawakannya terbalik, sup ikan di dalamnya tumpah ke tas saya yang sangat mahal.
Sup itu baunya sangat menusuk, saya langsung berdiri dan mengarahkan pandangan marah kepadanya.
Namun, sebelum saya sempat memarahinya, putri saya lebih dulu mendekati pelayan itu.
Dia menatap pelayan itu dan berkata dengan nada rendah:
“Tidak apa-apa, bukan masalah besar.”
Pelayan muda itu terlihat ketakutan dan berkata:
“Maaf, biar saya bersihkan…”
Saya kembali terkejut ketika putri saya berkata:
“Tidak perlu, biar kami bersihkan nanti di rumah, silahkan lanjutkan pekerjaan Anda, jangan khawatir!”
Putri saya berbicara dengan sangat rendah hati, seolah-olah dialah penyebab kejadian ini.
Saya terkejut dan heran, inikah putri saya yang temperamental itu?
Melihat saya kebingungan, dia berkata:
“Apakah Ibu ingat ketika pertama kali saya kuliah di London? supaya saya lebih mandiri, Ibu dan Ayah mengatakan bahwa selama liburan saya harus tetap di sana, dan bekerja.
Saya adalah anak manja, saya tidak perlu melakukan pekerjaan apapun di rumah, tiba-tiba saya harus bekerja menjadi pelayan.
Saya melakukan kesalahan di hari pertama kerja. Ketika menuangkan anggur untuk pelanggan, karena ceroboh, saya menumpahkan anggur merah ke baju putihnya.
Saat itu, saya merasa berada di neraka. Saya pikir pelanggan itu akan marah, ternyata tidak, dia bahkan menyemangati saya:
‘Tidak masalah, cuma anggur, bisa dibersihkan.’
Dia berdiri dan menepuk pundak saya, kemudian berjalan ke kamar mandi.”
Putri saya diam sejenak, kemudian melanjutkan:
“Ibu, dia memaafkan kesalahan saya, jadi sekarang, mohon pikirkan bahwa ini adalah kesalahan saya, dan maafkanlah pelayan itu.”
Setelah mendengarnya, semua kemarahan saya hilang, bahkan merasa sedikit malu.
Kini saya paham betapa menakjubkan belas kasih itu, belas kasih bisa ditularkan dari orang ke orang.
Sebagai manusia, siapa saja bisa melakukan kesalahan, memberi maaf adalah perbuatan mulia.
Seperti sebuah ungkapan, menjadi marah adalah hukuman yang kita berikan kepada diri kita sendiri, atas kesalahan orang lain.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Dengarkan Podcast kami:
Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu
