Budi Pekerti

PODCAST Pelajaran dari Mengejar Sebuah Mimpi

Di sebuah desa, hiduplah seorang pemuda dari keluarga yang miskin. Ia hanya bisa mengontrak sebuah gubuk dan tinggal bersama Ibunya yang sudah tua.

PODCAST

Satu impian terbesar dalam hidupnya adalah memiliki rumah sendiri. 

Setiap hari, ia bekerja keras dan berhemat, hingga suatu hari ia berhasil membeli sebuah rumah dengan cicilan 20 tahun. Ia pun berhasil menemukan wanita yang baik untuk menjadi istrinya.

Setahun kemudian, mereka dikaruniai seorang putri.

Dengan gajinya yang relatif kecil, ia mengatur pengeluarannya sehemat mungkin, agar semua kebutuhan keluarganya tercukupi dan tetap bisa membayar cicilan rumahnya tersebut.

Suatu hari, sang istri berkata: 

“Pah, malam ini, kita makan malamnya di restoran saja ya?” Hari ini kan hari ulang tahun pernikahan kita.” 

Pemuda itu menjawab: 

“Jangan deh Ma! Kamu lupa ya kita harus hemat! Bagaimana dengan cicilan rumah ini!” 

Mendengar ucapan suaminya, sang istri terdiam dengan hati terluka. 

Begitupun mereka berhemat, hingga sang putri beranjak besar. Sang putri ingin ulang tahunnya yang ke-10 dirayakan bersama teman-temannya.

“Papa, kan kita belum pernah merayakan ulang tahunku. Sekaliiii iniiii saja, boleh ya Pa?” 

Namun Ayahnya menggelengkan kepala dan menjawab dengan singkat.

“Buat apa! Pemborosan! 

Begitulah seterusnya, setiap hari keluarga ini tidak bisa bahagia karena tekanan ekonomi. Dalam kamus mereka, hanya ada sebuah kata hemat saja! 

Akhirnya, istrinya yang merasa tertekan, meminta cerai dan membawa putri mereka pergi bersamanya.

Suatu hari, Ibunda dari sang pemuda yang sudah tua berkata pada anaknya: 

“Nak, sebelum Ibu meninggal, Ibu ingin sekali pulang ke desa, menengok tempat tinggal kita dulu. Ibu kangen sekali dengan suasana disana. Kita pulang sejenak yuk! Kamu mau kan membayari ongkos kita berdua?” 

Bahkan permintaan Ibundanya yang sudah tua ini pun ditolaknya dengan alasan cicilan rumah belum selesai. 

Setahun kemudian, sang Ibunda pun meninggal. 

Tanpa terasa, 20 tahun pun berlalu dengan cepat, dan akhirnya rumah tersebut berhasil dilunasi. Namun si pemuda mendapati rumah impiannya itu adalah kosong tanpa makna. Segala hal baik dalam hidupnya telah pergi meninggalkannya. Ia akhirnya mengerti bahwa ia telah mengorbankan segalanya dalam hidupnya untuk mencapai impian duniawinya. 

Setiap orang tentu mempunyai impian dalam hidup. Namun, untuk meraihnya kita hendaknya bisa berpikir serta menjalaninya secara rasional, agar tidak menjadi penyesalan dan penderitaan seumur hidup.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Dengarkan Podcast kami:

Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu