Suatu hari ada seekor ikan yang berenang lebih dekat ke tepi sungai, terdengar suara berkata, “Bagaimana keadaan air hari ini?”
Ikan itu mengangkat kepalanya ke atas, dan melihat ada seekor kera yang duduk di atas pohon.
Ikan itu tersenyum dan menjawab, “Hari ini air terasa hangat.”
Kera ini merasa sedikit cemburu dan ingin merendahkan si ikan. Dia berkata, “Kamu harus keluar dari air dan memanjat ke atas pohon ini. Pemandangan dari sini benar-benar menakjubkan. Sesuatu yang tidak akan pernah kamu temukan di air.”
Ikan menjawab dengan sedih, “Saya tidak tahu bagaimana caranya memanjat pohon, dan saya tidak bisa bertahan hidup tanpa air.”
Melihat ikan itu bersedih, si kera mengolok-oloknya dan berkata, “Kamu sama sekali tidak ada harganya jika kamu bahkan tidak bisa memanjat pohon.”
Setelah mendengar hal itu, ikan mulai memikirkannya siang dan malam, dia menjadi sangat tertekan. Dia mulai berpikir pada dirinya sendiri, “Mungkin kera itu benar. Saya tidak berharga jika bahkan tidak bisa memanjat pohon.”
Ikan lain di sungai memperhatikan bahwa ikan itu terlihat tertekan dan menanyakan alasannya.
Ikan itu menceritakan segalanya. Setelah mendengarkan ini, ikan lain tersebut tertawa dan berkata, “Jika si kera membuatmu merasa tidak berharga karena tidak tahu cara memanjat pohon, kera itu bahkan lebih tidak berharga, karena dia tidak tahu bagaimana caranya hidup di dalam air.”
Setelah mendengarnya, ikan ini menyadari betapa berbakatnya dia, dan adalah salah baginya untuk menganggap dirinya tidak berharga seperti yang dikatakan si kera.
Beberapa hari kemudian terdengar kabar bahwa si kera terpeleset dan jatuh ke air, dia akhirnya bisa selamat setelah beebrapa ekor ikan di air, membantunya agar tidak tenggelam, lalu kemudian mendorongnya ke tepi sungai.
Setelah mengetahui berita itu, ikan merasa berterima kasih kepada alam dan senang memiliki kemampuan luar biasa.
Orang-orang cenderung berpikir tentang dirinya sendiri berdasarkan penghakiman orang lain. Kita tidak boleh mengecewakan diri kita sendiri hanya karena beberapa orang lain menganggap kita kurang.
Kita harus terus mencoba yang terbaik dan melakukan apa yang mampu kita lakukan.
Satu-satunya cara untuk menyadari potensi sejati kita adalah dengan menjadi sadar diri. Semakin banyak kesadaran yang kita bawa ke dalam pikiran dan tubuh kita, semakin kita menyadari potensi sejati kita.
Seperti kutipan dari Einstein, “Semua orang adalah jenius, tetapi jika Anda menilai seekor ikan berdasarkan kemampuannya memanjat pohon, dia akan menjalani seumur hidupnya dengan meyakini bahwa dirinya itu bodoh.”
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
