Budi Pekerti

Kisah Tukang Batu dan Permintaannya

Tukang batu
Tukang batu. @Pixabay

Pada suatu masa, hiduplah seorang tukang batu, yang akan pergi ke gunung besar setiap hari, memahat dan memotong lempengan-lempengan batu untuk dijual. Dia adalah pekerja yang sangat hati-hati dan memiliki banyak pelanggan. Sudah lama dia menjalani hidupnya dengan bahagia dan puas.

Suatu hari, ketika mendaki ke gunung yang tinggi untuk mengambil batu, dia bertemu dengan roh sakti di atas gunung. Roh itu mengatakan bahwa apapun yang dia minta akan dikabulkan. Tukang batu merasa bingung dan tidak meminta apa-apa, namun roh itu terus mengikutinya.

Keesokan harinya, dia mengantarkan pesanan lempengan batu ke rumah seorang kaya, ketika melihat rumah orang kaya itu begitu megah, dia berpikir di dalam hati. “Andaikan saya menjadi orang kaya dan memiliki rumah yang megah, saya pasti akan senang sekali.” Tiba-tiba dia mendengar suara di telinganya: “Permintaanmu dikalbulkan.”

Tukang batu terkejut mendengar suara itu, dan melihat ke sekeliling, tidak ada seorangpun dan tidak ada apapun yang terjadi. Dia segera pulang ke rumah.

Betapa terkejutnya dia, ketika melihat rumahnya telah berubah menjadi istana yang besar dan megah. Dia sangat senang, dan tinggal di rumah tersebut dengan penuh sukacita.

Suatu hari, dia melihat rombongan iring-iringan raja yang melewati rumahnya, dia melihat kereta kuda mewah dengan iringan banyak sekali pelayan yang siap melayani, serta banyak prajurit yang siap melindungi sang raja. Dalam hatinya, dia berpikir, “Andaikan saya menjadi seorang raja, saya pasti akan merasa senang.” Tiba-tiba saja dia mendengar suara lagi di telinganya: “Permintaanmu akan dikabulkan.” Dan dia melihat di dalam rumahnya, ada banyak sekali pelayan dan prajurit yang siap diperintah olehnya, hatinya merasa senang.

Suatu hari ketika dia berjalan-jalan cukup lama di luar istananya, dia merasa kepanasan, dia melihat kulitnya menjadi gelap terbakar matahari, dia berpikir, “Hebat sekali matahari ini, dia sangat berkuasa, andai saya menjadi matahari…” Sebuah suara terdengar di telinganya: “Permintaanmu akan dikabulkan.” Dan kini, dia menjadi matahari.

Dia bersinar kemana-mana, namun kemudian dia menyadari, bahwa sinarnya bisa terhalang oleh awan di bawahnya, dia kemudian berpikir dalam hati, “Andai saya menjadi awan…,” lalu sebuah suara terdengar lagi: “Permintaanmu akan dikabulkan.” Dan kini dia menjadi awan.

Dia sangat kuat, dia bisa menghalangi sinar matahari, dia juga menurunkan banyak hujan badai, yang bisa membuat lautan bergelora, serta menumbangkan banyak pepohonan.

Namun kemudian, dia melihat bahwa, tidak peduli betapa kuat hujan badai yang dibuatnya, ada batu-batu besar yang akan diam tidak bergeming. Batu-batu itu sangat kokoh, jadi dia berpikir, “Andai saya menjadi batu besar….,” lalu sebuah suara terdengar: “Permintaanmu akan dikabulkan.” Dan, dia menjadi batu besar.

Dia diam tegak dengan kokoh, tidak ada apapun yang mampu mendorongnya, dia merasa sangat senang dan bangga.

Namun suatu hari, dia mendengar ada suara kecil di bawahnya, dan setiap kali suara itu timbul, seluruh tubuhnya akan bergetar, dia melihat dan menemukan bahwa ada seorang tukang batu di bawahnya, yang sedang memahat bagian tubuhnya, untuk diambil sepotong-sepotong.

Dia berpikir, “Andai saya menjadi tukang batu….,” sebuah suara terdengar: “Permintaanmu akan dikabulkan.” Dan dia kembali menjadi tukang batu.

Sejak itu, dia kembali menjadi tukang batu yang akan rajin bekerja setiap hari, yang merasa puas dan bahagia dengan keadaannya.

Dia bahagia dan tidak memiliki keinginan lagi untuk menjadi lebih besar atau lebih kuat dari yang lain. (moral26stories/an)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI

slot gacor