Setelah selesai makan siang bersama, seorang pemuda bersama temannya berjalan santai menyusuri jalanan. Mereka melewati sebuah pasar yang sepi karena hari sudah siang. Seorang nenek duduk di salah satu kios sendirian, dengan hamparan sayur-sayuran layu di hadapannya.
PODCAST
Salah satu dari pemuda ini berhenti dan melihat kios dan nenek tersebut. Ia pun mendekati kios dan berkata:
“Nek, sudah siang kok masih jualan? Sayurannya memang tidak laku?”
Si Nenek memandang si pemuda dengan sedih.
“Iya Tuan, sayur-sayur segar sudah dibeli orang-orang tadi pagi. Tinggal yang tidak segar yang tidak laku. Biasanya saya akan membawa pulang sayur-sayuran yang tidak segar itu untuk saya makan sendiri, tapi hari ini saya sangat butuh uang, sebab cucu saya sedang demam. Saya mau beli obat untuknya.”
Pemuda itu terharu mendengar cerita ini. Ia pun berkata:
“Saya beli semua sayurannya ya Nek! Tolong bungkuskan!”
Nenek ini pun tergopoh-gopoh membungkuskan si pemuda semua sayuran layu di kiosnya dalam sebuah kantong plastik besar, sambil berkali-kali mengucapkan terima kasih. Setelah itu, ia menutup kiosnya lalu terburu-buru pulang.
Teman si pemuda yang melihat kejadian ini lalu berkata:
“Eh, buat apa kamu membeli semua sayuran layu itu? Memangnya mau kamu makan? Mengapa tidak kamu berikan uang sekedarnya saja padanya?”
Si pemuda menjawab:
“Kalau saya hanya memberi uang, si Nenek akan terpaksa membawa pulang sayur-sayuran layu itu dan memakannya sendiri. Saya tidak tega. Semoga uang penjualan sayur-sayur layu tadi cukup untuk membeli makanan yang layak dan obat buat cucunya!”
Temannya itu terkesan mendengar kata-kata si pemuda. Esok harinya, ia pergi lagi ke pasar itu sendirian untuk melihat keadaan si Nenek. Di pagi hari, pasar terlihat ramai dan Nenek terlihat sibuk melayani pembelinya. Namun mukanya terlihat ceria dan bersemangat. Melihat teman si pemuda, Nenek pun memanggilnya.
“Hei! Kamu teman pemuda yang baik hati kemarin ya! Wah, tolong sampaikan rasa terima kasih Nenek padanya! Cucu Nenek hari ini sudah bisa bermain lagi! Kemarin, ia minum obat, dan bahkan Nenek bisa membeli sedikit kuah kaldu hangat untuknya agar ia cepat pulih!”
Nenek pun buru-buru memilihkan beberapa sayuran yang sangat segar dan hijau, lalu dimasukkannya ke dalam kantung plastik. Ia menyerahkan pada teman si pemuda.
“Tolong berikan ini pada temanmu ya! Sebagai tanda terima kasih Nenek!”
Teman si pemuda itu pun menerima bingkisan plastik berisi sayuran segar yang diberikan si Nenek sambil tersenyum.
“Baiklah Nek, saya akan berikan. Sebenarnya saya kemari juga ingin membeli sayuran Nenek. Tolong pilihkan saya Nek, sayuran Nenek yang paling kuning dan layu, saya borong semua!”
Ingatlah selalu untuk berbuat kebaikan dimana pun Anda berada. Sekecil apapun perbuatan baik yang kita lakukan, dapat bermakna besar bagi orang – orang lain yang membutuhkannya.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Dengarkan Podcast kami:
Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu
